85 KDMP di Bojonegoro Disiapkan Untuk Peluncuran Tahap Awal

FOTO : Sebanyak 85 KDMP di Bojonegoro Disiapkan Untuk Peluncuran Tahap Awal

BOJONEGORO, beritadesa.com-Sebanyak 85 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas Pemerintah pusat, di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal.

Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan progres pembangunan KDMP di Kabupaten Bojonegoro saat ini telah mencapai 396 titik dari total 430 desa dan kelurahan atau sekitar 92,9 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 titik telah mencapai progres 100 persen.

Ia mengatakan sebanyak 85 titik yang tersebar di 22 kecamatan dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal.

Berbagai sarana pendukung seperti jaringan listrik dan air bersih telah disiapkan, termasuk pemetaan lokasi berdasarkan potensi ekonomi masyarakat dan lingkungan usaha di masing-masing wilayah.

“Kami berharap KDMP nantinya benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi desa,” ujar Dedy  di KDMP Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, pada Selasa (12/5/2026).

Selain pembangunan fisik, pihaknya juga menyiapkan sejumlah rencana pengembangan operasional KDMP, di antaranya kolaborasi dengan UMKM lokal, kerja sama dengan BUMD pangan, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan sampah berbasis zero waste melalui teknologi pyrolysis.

Sementara itu, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, menekankan pentingnya kesiapan operasional KDMP menjelang peluncuran nasional pada 16 Mei 2026.

Menurutnya, pada tahap awal pengelolaan koperasi perlu difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat agar operasional dapat berjalan maksimal.

“Yang penting operasional berjalan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh gerai yang akan diluncurkan benar-benar siap beroperasi, termasuk kelengkapan sarana dan ketersediaan produk di masing-masing titik.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap pengembangan KDMP sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa dan memperluas pemasaran produk masyarakat.

“Kami mendukung penuh keberadaan KDMP agar mampu menggerakkan ekonomi desa, memaksimalkan potensi, serta menjadi sarana penyaluran produk masyarakat,” katanya.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi, mulai dari persoalan offtaker, penguatan jejaring pemasaran UMKM, stabilisasi harga produk, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan. (*)

Editor : Agus W

Exit mobile version