JOMBNG, beritadesa.com-Dua orang wanita muda yang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat L-6225-MA mengalami kecelakaan maut, setelah motor yang dikendarai menabrak menabrak trotoar dan Tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Ahmad Yani Surabaya, tepatnya atau depan Kantor Pusvetma. Selasa (18/2/2025).
Akibat kecelakaan tunggal ini, Nailul Fauziyah (22 tahun), mahasiswa salah satu kampus negeri di Surabaya meninggal dunia di lokasi kejadian, dengan luka di bagian kepala, sementara temannya, Etha Patricia, masih dirawat di RS Bhayangkara dalam kondisi kritis.
Kanitlakalantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, dalam keterangaya mengtakan, kejadian bermula sepeda motor tersebut melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi dan di luar kendali.
“Sehingga sesampainya di lokasi terjadi laka Lantas tunggal menabrak Trotoar dan Tiang Penerangan Jalan Umum (PJU),” Kata Iptu Suryadi.
Kedua mahasiswi tersebut mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Selain itu, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki informasi yang menyebutkan bahwa kedua korban diduga dalam kondisi mabuk saat mengendarai sepeda motor.
Namun, hal ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.”Masih penyilidikan,” ujarnya.
Barang bukti berupa sepeda motor sekarang diamankan di Unit Laka Lantas Colombo.
“Kabarnya korban Nailul Fauziyah kini telah dimakamkan di Madura,” ujarnya.
Sementara itu, polisi belum bisa meminta keterangan Etha Patricia, teman almarhum Nailul Fauziyah terkait insiden kecelakaan tunggal di Jalan Ahmad Yani atau depan Kantor Pusvetma.
Kanit Lantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi mengatakan, Etha Patricia mengalami luka di bagian tangan.
Namun, juga diduga kepalanya mengalami benturan sebab tidak mengenakan helm.
Keterangan Etha Patricia cukup penting untuk mengusut penyebab kecelakan tersebut, lantaran merupakan saksi kunci.
“Sembari menunggu Etha Patricia pulih, polisi terus menyelidiki, yaitu mencoba mencari keterangan saksi-saksi. Termasuk memeriksa CCTV yang terpasang di sekitar lokasi,” terangnya.
Wanita usia 25 tahun asal Menganti itu kondisinya masih kritis dan dirawat di RS Bhayangkara.
“Kami mau tanya darimana gak bisa, anaknya masih kritis. Ditanya nama aja hampir lupa,” kata Diah, kakak almarhum Nailul.
Diah saat ditemui di rumahnya di Banyu Urip Wetan, menceritakan Nailul Fauziyah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Sehari-hari korban tinggal bersama orang tuanya dan adiknya, sedangkan Diah tinggal rumah berbeda.
Diah tak tahu pasti sebelum adiknya mengalami kecelakaan pergi dari mana. “Saya kaget tadi pagi di beri info bahwa adik saya sudah tidak bernyawa,” Ungkapnya. (*)
Pewarta : Agus. W












