SITUBONDO, beritadesa.com-Suasana siang bolong yang tenang di Kampung Pariyaan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (31/9/2026). Angin puting beliung datang bergulung secara tiba-tiba, menghancurkan atap tiga rumah warga semi-permanen hingga porak-poranda.
Tragedi ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat saat para pemilik rumah baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah usai memeras keringat sebagai buruh tani di sawah.
Berdasrkan informasi yang dihimpun dilapangan, menyebutkan peristiwa bermula saat langit di atas Desa Sopet tiba-tiba menggelap diikuti suara gemuruh keras yang mengerikan dari kejauhan. Tak berselang lama, pusaran angin kencang langsung menerjang pemukiman warga.
Ketiga pemilik rumah yang letaknya berdempetan dan masih memiliki hubungan kerabat tersebut yakni Sahmina (62), Nawati (50), dan Nenek Ariya (70) seketika panik. Beruntung, insting bertahan hidup membuat mereka langsung berhamburan keluar ke area terbuka, meninggalkan rumah mereka yang mulai runtuh.
Hanya dalam hitungan menit, struktur kayu usuk, reng, beserta ratusan lembar asbes dan genteng rumah mereka beterbangan tersapu angin.
“Kondisinya sangat mencekam. Kami baru saja duduk mau istirahat setelah pulang dari sawah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras sekali dan angin langsung berputar di atas atap. Kami semua langsung lari keluar sambil berteriak minta tolong. Alhamdulillah, kami selamat meski atap rumah habis tidak tersisa,” kata Nawati (50), salah satu korban terdampak. Selasa (31/9/2026).
Berdasarkan hasil asessmen cepat yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, dampak kerusakan material pada ketiga bangunan tersebut tergolong cukup parah pada area atap.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Soerjanto, mengonfirmasi bahwa total kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini ditaksir mencapai Rp54 juta. Kendati demikian, ia memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa alam ini.
Pasca-kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama jajaran Muspika Kecamatan Jangkar (Camat, Polsek, Koramil), Tagana Dinas Sosial, dan warga sekitar langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Petugas gabungan bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan atap, mengamankan perabotan rumah tangga korban yang masih bisa diselamatkan, serta merencanakan pendistribusian bantuan darurat berupa paket sembako dan terpal penutup sementara.
BPBD juga kembali mengimbau warga Situbondo untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan angin kencang masih mengintai wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan. (*)
Editor : Hambali






