JOMBANG, beritadesa.com-Puluhan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).
Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 11.30 WIB, sebanyak 70 siswa SMPN 1 Kabuh telah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh. Lima siswa di antaranya masih menjalani rawat inap karena kondisi tubuh yang lemas akibat dehidrasi, sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Salah satu siswa yang mengalami keluhan adalah Azura, siswi kelas IX SMPN 1 Kabuh. Keluhan mulai dirasakan Azura setelah pulang sekolah. Awalnya, ia merasakan sakit pada bagian perut yang disertai rasa begah. Tak lama kemudian, kondisi tersebut diikuti pusing dan mual.
“Perut itu rasanya sakit, tapi begah juga, enggak enak. Terus agak pusing, pusingnya itu pusing yang sakit gitu. Terus sama mual,” tutur Azura usai mendapatkan penanganan di Puskesmas Kabuh, Kamis (3/9/2026).
Sebelum mengalami keluhan tersebut, Azura mengaku sempat menyantap paket MBG yang dibagikan di sekolah. Menu yang diterimanya terdiri dari udang, tahu, dan sayur sawi putih.
Namun, ada satu menu yang menurut Azura terasa berbeda. Ia mengaku mencium aroma kurang sedap dari udang yang disantapnya. “Baunya enggak enak banget, udangnya,” katanya.
Bukan hanya Azura yang mengalami keluhan. Sejumlah teman satu kelasnya juga merasakan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan tersebut. “Yang sekelas ada enam,” ungkapnya.
Menurut Azura, beberapa temannya mengeluhkan perut mulas hingga mengalami diare. Sementara dirinya mengalami sakit perut, begah, pusing, dan mual hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Kabuh untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapat penanganan, kondisi Azura berangsur membaik dan ia diperbolehkan pulang.
Sebelumnya, informasi awal menyebut sekitar 30 siswa mengeluhkan gejala serupa. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kabuh maupun fasilitas kesehatan terdekat dengan pendampingan pihak sekolah.
Para siswa mulai merasakan gejala seperti diare, muntah, sakit perut, hingga tubuh lemas sejak Rabu (2/9/2026) malam atau beberapa jam setelah mengonsumsi paket MBG.
Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, keluhan yang dialami para siswa mengarah pada dugaan keracunan makanan.
“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujar Aditya.
Ia menjelaskan, hingga Kamis pukul 11.30 WIB, sebanyak 70 siswa telah menjalani pemeriksaan. Sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan awal dan pemberian obat.
Namun, lima siswa masih harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh karena kondisi tubuh mereka masih lemas akibat dehidrasi.
Terkait pemicu kejadian tersebut, pihak medis masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Sejumlah siswa mengaku mencurigai salah satu menu makanan karena memiliki rasa maupun aroma yang kurang sedap.
“Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” kata Aditya.
Meski demikian, pihak medis belum dapat memastikan secara mutlak bahwa menu udang menjadi penyebab tunggal puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan. “Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” pungkasnya.
Pihak Puskesmas Kabuh memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. (*)
Pewarta : Wahyu












