Siswa Komplain Udang Amis, Kronologi Keracunan Massal MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang

GAMBAR : Infograpis Kronologi Keracunan Massal MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, data per 3 September 2026.

JOMBANG, beritadesa.com-Sebanyak 256 warga sekolah di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan tumbang akibat keracunan massal setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Lauk udang yang berbau amis menyengat dan terasa asam menjadi sorotan utama dalam insiden ini.

Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa berdasarkan data yang dihimpun dari pihak sekolah, dinas kesehatan, dan kepolisian serta berbagai sumber terpercaya di lapangan. Kejadian bermula pada Rabu Siang (2/9/2026) Paket makanan MBG tiba di sekolah, disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan. Menu hari itu berisi nasi putih, tahu susu, pepaya, tumis sayur, dan lauk utama udang saus padang.

Saat menyantapnya, sejumlah siswa sempat mengeluhkan kondisi lauk utama. Udang yang disajikan mengeluarkan aroma amis yang sangat menyengat dan rasanya agak asam. Namun, sebagian besar tetap menghabiskannya karena mengira itu bagian dari bumbu saus padang.

Setelah beberapa jam pasca-mengonsumsi makanan tersebut, tepatnya pada Rabu malam, para siswa mulai merasakan gejala gangguan pencernaan secara bertahap. Para korban mengalami mual, pusing, nyeri perut melilit, muntah-muntah, hingga diare hebat.

BACA JUGA :

Kasus ini awalnya hampir tidak terpantau oleh pihak sekolah dan aparat karena para siswa mengira mereka hanya mengalami sakit perut atau diare biasa di rumah masing-masing.

Selanjutnya pada Kamis Pagi (3/9/2026) Saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, situasi berubah menjadi kepanikan masal. Puluhan siswa secara serentak bolak-balik ke kamar mandi sekolah akibat diare. Sebagian lainnya tampak sangat lemas di dalam ruang kelas hingga harus digotong ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Kabuh dan Polsek Kabuh setelah menyadari adanya indikasi keracunan massal.

Pada Kamis Siang (3/9/2026) Tim medis bergerak cepat melakukan evakuasi. Sebanyak 256 korban berhasil divalidasi oleh Dinas Kesehatan Jombang. Sebanya 7 siswa terpaksa diopname dan dipasang infus di Puskesmas Kabuh karena mengalami dehidrasi berat dan kondisi fisiknya sangat drop. Dan 81 siswa menjalani rawat jalan di beberapa fasilitas kesehatan terdekat (Puskesmas Kabuh, Klinik Pratama Ploso, dan Klinik Asy-Syifa Ploso).

Serta 175 siswa dan guru lainnya memilih melakukan isolasi dan pengobatan mandiri di rumah setelah kondisinya dipastikan stabil oleh tim medis.

Pada Kamis Petang (3/9/2026) Garis polisi (police line) resmi dipasang di area dapur SPPG Mangunan oleh Polsek Kabuh guna mengamankan tempat kejadian dan barang bukti.

Tim Dinas Kesehatan mengambil sampel sisa makanan udang saus padang serta muntahan korban untuk diuji di laboratorium secara intensif.

Sementara itu sebagai langkah tegas, Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, menyatakan sekolah menolak dan mengembalikan seluruh pasokan menu MBG untuk mengantisipasi jatuhnya korban baru dan meredakan trauma psikologis siswa. (*)

Pewarta : Safri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *