JOMBANG, beritadesa.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Jawa timur, sedang melakukan kegitan normalisasi sungai Afvour Jasem di Desa Watugaluh dan Desa Pundong Kecamatan Diwek.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan, Mormalisasi Sungai / Saluran menjadi salah satu program prioritas kami untuk menjaga kelangsungan ekosistem mengembalikan fungsi Sungai / Saluran menjadi optimal.
“Melalui program normalisasi sungai ini, diharapkan dapat mendukung serta memperlancar pasokan air ke areal pertanian guna meningkatkan produktivitas petani, sekaligus mengurangi risiko banjir di Jombang.” Kata Bayu.
Ia menjelaskan, beberapa sungai sudah tuntas, dan ada juga yang sedang berjalan.
“Salah satu kegiatan normalisasi sungai yang sedang berjalan berada di sungai Afvour Jasem, yang berlokasi di dua desa, yakni di Desa Watugaluh dan Desa Pundong Kecamatan Diwek. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak 10 Februari 2025 lalu, tarjet selesai pada Maret 2025 ini.” Ujarnya.
Normalisasi ini dilakukan dengan mengunakan alat berat ‘bego’ atau excavator. Adapun panjang sungai yang dilakukan normalisasi, mencakup panjang 2 kilometer dengan lebar sekitar 6 hingga 7 meter dan kedalaman mencapai 3 meter.
“Saat ini kami fokus normalisasi di sungai Afvour Jasem yang berada di Desa Watugaluh. Setelah rampung, kami akan lanjutkan normalisasi di Desa Pundong sesuai dengan rencana awal,” kata Bayu.
Normalisasi Sungai Afvour dilakukan mengingat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan akibat banyak endapan di dasar sungai menjadi salah satu faktor utama penyebab genangan air tidak lancar di daerah sekitar. Oleh karena itu, normalisasi ini sangat diperlukan untuk menjaga ekosistem sungai dan mencegah dampak buruk bagi masyarakat.
“Kami melihat adanya banyak penumpukan sedimen atau endapan di dasar sungai yang menghambat aliran air. Oleh sebab itu, normalisasi ini menjadi solusi agar air tidak meluap ke pemukiman warga,” Ungkapnya.
Selain itu, Bayu juga mengimbau, masyarakat agar turut menjaga kebersihan sungai setelah proyek normalisasi ini selesai. Menurutnya, program normalisasi tidak akan berjalan efektif jika warga masih membuang sampah ke sungai.
“Kami harap masyarakat bisa berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai. Jangan sampai setelah dinormalisasi, sungai kembali dipenuhi sampah dan lumpur akibat kebiasaan yang kurang baik,” katanya.
Ia juga menegaskan, bahwa Pemkab Jombang terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur air guna mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan.
“Kami akan terus mengevaluasi dan melakukan pemantauan agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Bayu.
Sementara, warga Desa Watugaluh menyambut baik proyek normalisasi ini. Beberapa warga mengaku sering mengalami banjir ketika hujan deras akibat tersumbatnya aliran air di sungai.
Dengan adanya normalisasi, mereka berharap kondisi tersebut bisa diatasi dan air dapat mengalir dengan lancar tanpa menyebabkan genangan. (*)
Pewarta : Nur Aini Aulia
