Program ini menargetkan pembangunan 340 unit MCK individu, masing-masing berupa bilik tertutup, dilengkapi kloset jongkok, 2 tangki septik, serta 1 lubang resapan.
JOMBANG, beritadesa.com-Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui peningkatan akses sanitasi layak bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pembangunan MCK individu yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinas Perkim) Kabupaten Jombang pada tahun 2025.
Pembangunan sanitasi ini menjadi bagian dari intervensi tidak langsung dalam memerangi stunting, dengan sasaran pemenuhan kebutuhan dasar manusia sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, hingga anak usia di bawah tiga tahun.
Kondisi sanitasi yang buruk, terutama di wilayah yang belum terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF), dinilai masih menjadi faktor risiko tingginya kasus stunting.
Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang Sri Rahayu, ST, mengatakan, bahwa akses sanitasi yang layak merupakan kunci penting dalam pencegahan penyakit yang berdampak pada pertumbuhan anak.
“Anak stunting sangat rentan tumbuh di lingkungan yang belum ODF, di mana masih ada warga yang buang air besar sembarangan di sungai karena tidak memiliki jamban sehat pribadi,” ujar Yayuk. Rabu (17/12/2025).
Melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi dari Kementerian PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang pada tahun 2025 melaksanakan program pembangunan MCK individu untuk mendukung target 100 persen akses sanitasi.
Program ini difokuskan pada desa tertinggal, wilayah pinggiran, serta desa yang menjadi lokus stunting dan kemiskinan ekstrem, sesuai dengan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Kabupaten Jombang.
Yayuk menambahkan bahwa sanitasi layak yang dibangun harus memenuhi standar teknis agar aman dan sehat digunakan masyarakat.
“Jamban yang dibangun harus tidak mencemari air dan tanah, bebas dari serangga, tidak menimbulkan bau, aman dan nyaman digunakan, serta mudah dibersihkan. Ini penting agar benar-benar memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada tahun ini, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 5,1 miliar untuk pembangunan MCK individu di 12 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Pokmas dengan pendampingan tenaga fasilitator lapangan dari dinas terkait.
Program ini menargetkan pembangunan 340 unit MCK individu, masing-masing berupa bilik tertutup berukuran 1,8 x 1,8 meter dengan tinggi 2 meter, dilengkapi kloset jongkok, dua tangki septik, serta satu lubang resapan. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui tiga kali penyaluran anggaran, dan saat ini telah memasuki tahap kedua.
“Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai tahapan yang direncanakan, dan kami terus melakukan pendampingan agar hasilnya berkualitas dan tepat sasaran,” pungkas Yayuk.
Dengan adanya pembangunan MCK individu ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap kualitas sanitasi masyarakat meningkat, angka penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan, serta upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. pungkasnya. (*)
Pewarta : Riska
