Bibit tersebut merupakan pengganti karangan bunga yang sebelumnya diimbau untuk tidak dikirimkan oleh instansi, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat.
BOYOLALI, beritadesa.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengan menerima 247 bibit berbagai jenis pohon dari sejumlah instansi, perusahaan, maupun lembaga, sebagai kado tanda ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-179 Boyolali.
Bibit tersebut merupakan pengganti karangan bunga yang sebelumnya diimbau untuk tidak dikirimkan oleh instansi, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Suraji, mengatakan hingga Jumat (5/6/2026) siang, terdapat 247 bibit pohon yang telah terkumpul.
“Yang paling banyak ada alpukat, jambu, mangga, dan durian. Yang lain ada duwet, kelengkeng, kepel, sawo, tabebuya, pule, karet kebo, dan belimbing,” kata Suraji saat dihubungi Espos, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, seluruh bibit pohon tersebut sementara dikumpulkan di kompleks Kantor Bupati Boyolali sebelum didistribusikan sesuai arahan pimpinan daerah.
Berkaca dari pelaksanaan tahun sebelumnya, sebagian besar bibit pohon akan dibagikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dihadiri Bupati Boyolali, Wakil Bupati Boyolali, maupun Ketua Tim Penggerak PKK Boyolali.
“Dulu sebagian besar pohon yang didapat saat HUT dibawa sewaktu agenda ibu bupati [Ketua TP PKK Boyolali]. Beliau sering ke lapangan dan urusannya dengan keluarga TP PKK, biasanya kalau kegiatan PKK bawa pohon,” ujarnya.
Saat ini sebagian bibit masih berada di lingkungan Kantor Bupati Boyolali dan sebagian lainnya telah dibawa ke rumah dinas bupati untuk ditanam. Nantinya, bibit tersebut akan dirawat oleh DLH Boyolali sebelum didistribusikan.
Menurut Suraji, mayoritas bibit yang diterima merupakan tanaman produktif berupa buah-buahan. Namun, terdapat pula sejumlah tanaman yang tergolong jarang ditanam masyarakat.
“Kebanyakan yang kami terima adalah tanaman produktif seperti buah-buahan. Ada juga yang langka seperti pule, sawo kecik, karet kebo, buah kepel karena termasuk jarang ditanam,” katanya.
Pemkab Boyolali sebelumnya mengimbau ucapan selamat HUT ke-179 Boyolali tidak lagi menggunakan karangan bunga, melainkan diganti dengan bibit pohon.
Kebijakan tersebut bertujuan mendukung penghijauan, melestarikan keanekaragaman hayati, sekaligus mengurangi timbulan sampah dari karangan bunga yang umumnya hanya digunakan dalam waktu singkat.
Suraji menuturkan masyarakat juga dapat mengajukan permohonan bibit pohon kepada DLH Boyolali melalui surat resmi yang diketahui pemerintah desa setempat.
“Warga yang mau meminta permohonan bibit pohon bisa bersurat dari siapa, sebaiknya kepala desa mengetahui,” katanya.
Namun, saat ini stok bibit pohon milik DLH Boyolali mulai menipis karena tingginya permintaan sejak awal tahun.
“Stok bibit pohon DLH Boyolali ini disimpan di dekat kantor kami, sebagian besar di Kebun Raya Indrokilo Boyolali,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia HUT ke-179 Boyolali, M. Syawalludin, menjelaskan tema peringatan tahun ini adalah “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”.
Menurut dia, peringatan HUT Boyolali bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat identitas daerah sekaligus mengangkat berbagai potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Boyolali.
Syawalludin menambahkan gerakan penggantian karangan bunga dengan bibit pohon merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan.
Bibit yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sejumlah kawasan, termasuk bantaran sungai, jembatan, dan lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.
“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya. (*)
Enditor : Junsri
