Meningkatnya mobilitas gelombang massa, juga diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, PBNU memohon maaf atas potensi kemacetan di sekitar lokasi selama acara berlangsung.
JOMBANG, beritadesa.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir untuk membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Agenda akbar lima tahunan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini akan diselenggarakan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026.
Kabar kepastian agenda tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Gus Ipul memastikan Presiden akan membuka muktamar pada 27 Agustus 2026 di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
“Insyaallah Presiden datang untuk membuka Muktamar pada tanggal 27 Agustus,” kata Gus Ipul, di Jombang. Senin (10/8/2026).
Gus Ipul mengatakan kehadiran Presiden diperkirakan turut meningkatkan jumlah warga yang datang ke Jombang, baik peserta muktamar maupun warga NU dari berbagai daerah.
Dalam persiapan terakhir, Saifullah menyampaikan bahwa panitia tengah mengebut persiapan infrastruktur, dengan progres fisik mencapai lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung di atas 90 persen pada 20 Agustus 2026. Persiapan ini mencakup akomodasi, ruang sidang, dan fasilitas pendukung lainnya.
Meningkatnya mobilitas gelombang massa, juga diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, PBNU memohon maaf atas potensi kemacetan di sekitar lokasi selama acara berlangsung.
“PBNU memohon maaf atas potensi kemacetan di sekitar lokasi selama acara berlangsung. . Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesantren,” ujarnya.
Makna Historis dan Agenda Muktamar
Pemilihan Ponpes Bahrul Ulum dinilai sarat nilai historis karena kembali ke pangkuan para pendiri. Ketua Panitia Lokal, K.H. Abdurrozaq Sholeh, menekankan pentingnya pelayanan maksimal bagi para ulama.
Muktamar ini diproyeksikan dihadiri oleh 6.000 peserta resmi dari seluruh Indonesia dan luar negeri, serta ribuan penggembira. Forum tertinggi NU ini akan membahas struktur kepengurusan baru serta isu strategis keagamaan dan kebangsaan. (*)
Pewarta : Rurin
