JAKARTA, beritadesa.com-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa tenaga pendidik dan kurikulum untuk sekolah rakyat telah siap.
Mu’ti mengungkapkan pihaknya hanya menyediakan dua aspek tersebut untuk sekolah rakyat, sementara pelaksanaannya berada di bawah Kementerian Sosial.
“Kami ditugaskan pak presiden sekolah rakyat itu dua hal. Satu, penyediaan gurunya dan dua kurikulumnya,” kata Mu’ti kepada wartawan di kompleks DPR/MPR pada Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, tenaga pendidikan untuk sekolah rakyat telah tercukupi dan siap mengajar. Begitu pula dengan kurikulum yang sudah siap.
“Kebutuhan guru sudah tercukupi, kurikulum juga sudah ada. Soal pelaksanaanya kapan sebaiknya ditanyakan kepada pak menteri sosial,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan program sekolah rakyat akan mulai berjalan serentak pada Juli 2025. Sebanyak 100 titik rintisan disiapkan untuk menampung 9.755 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka akan dibimbing oleh 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidikan pendukung.
Sekolah rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa akan mengikuti pelajaran formal di siang hari dan mendapat penguatan pendidikan karakter pada malam hari. Nilai-nilai agama, kepemimpinan, hingga keterampilan hidup menjadi bagian penting dari kurikulum.
Untuk menjaring siswa, pemerintah menggunakan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Sementara proses seleksi dilengkapi dengan verifikasi langsung di lapangan, melibatkan Dinsos, pendamping PKH, BPS dan kepala daerah. (*)
Editor : Marwan












