DANA DESA 2025 : Pemdes Watudakon Jombang Bangun Jalan Rabat Beton

FOTO : Bangunan jalan Rabat Beton, Desa Watudakon, yang bangun dari Dana Desa (DD) tahun 2025. Selasa (11/11/2025).

Pembangunan ini, diharapkan dapat memperlancar transportasi hasil pertanian dan memudahkan akses warga menuju pusat kegiatan ekonomi desa.

JOMBANG, beritadesa.com-Untuk mendukung aktifitas perekonomian warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur, membangun jalan Rabat Beton, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2025.

Jalan rabat beton yang dibangun tersebut, memiliki panjang 238 x 4 meter, berlokasi di Dusun Jungkir, Desa Watudakon, Jombang, menelan biaya Rp 176.271.000. Dan saat ini, proyek sudah selesai dikerjakan.

Kepala Desa Watudakon, Suharto. SSos, ST, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan aspirasi warga yang telah disampaikan dalam forum musyawarah desa (Musdes).

“Jalan di Dusun Jungkir sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Kondisinya rusak dan licin saat musim hujan, sehingga aktivitas warga, terutama petani dan pelajar, sering terganggu,” ujar Suharto.

Ia menjelaskan, pembangunan rabat beton ini diharapkan dapat memperlancar transportasi hasil pertanian dan memudahkan akses warga menuju pusat kegiatan ekonomi desa.

“Dengan diperbaikinya jalan ini, kami ingin agar kegiatan ekonomi masyarakat lebih lancar. Hasil panen bisa diangkut lebih cepat, dan warga tidak kesulitan lagi saat beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Suharto juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan di desa agar hasilnya lebih berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan jalan tersebut telah mendapat monitoring dan evaluasi (Monev) langsung dari pendamping kecamatan Kesamben. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, volume pekerjaan dan spesifikasi fisik dinilai sudah sesuai dengan RAB dan rencana teknis.

“Proyek ini sudah dilakukan monev bersama pendamping kecamatan, dan hasilnya sesuai perencanaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Watudakon, Karman, menyampaikan bahwa pekerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga sekitar. Pihaknya berkomitmen menjaga transparansi agar penggunaan Dana Desa benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar agar manfaatnya langsung dirasakan. Selain sebagai upaya pemerataan pendapatan, hal ini juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” jelas Karman.

Ia memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Material dan tahapan pekerjaan sesuai standar mutu. Berharap hasilnya kuat, rapi, dan bisa digunakan dalam jangka panjang.” ujarnya.

Salah satu warga Dusun Jungkir, Siti Aminah, mengaku sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jalan rabat beton di lingkungannya.

“Kami sudah lama menunggu perbaikan ini. Kalau musim hujan dulu, jalanan becek dan sulit dilewati motor. Sekarang kami senang karena akhirnya diperbaiki,” ucapnya.

Dengan pembangunan ini, Pemerintah Desa Watudakon berharap peningkatan infrastruktur jalan di Dusun Jungkir dapat memperlancar akses warga, memperkuat perekonomian lokal, serta menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. (*)

Pewarta : Nur Aini Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *