JOMBANG, beritadesa.com-Ribuan warga memadati kawasan Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, untuk menyaksikan kemeriahan tradisi Grebek Tahu yang digelar pada Jumat (4/9/2026) sore kemarin.
Acara tahunan yang berlangsung meriah ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jam’iyyah Mahabbaturrosul (JMR) ke-62.
Sejak siang hari, antusiasme masyarakat sudah terlihat di sepanjang rute kirab. Puncak perhatian warga tertuju pada gunungan raksasa yang tersusun dari ribuan potong tahu, produk unggulan yang menjadi penopang ekonomi utama bagi masyarakat Dusun Bapang. Gunungan tahu tersebut kemudian diarak keliling kampung sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur atas berkah rezeki yang melimpah.
Acara yang sakral sekaligus meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi. Dalam sambutannya di hadapan ribuan warga, orang nomor satu di Jombang tersebut menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas konsistensi warga dalam menjaga tradisi leluhur.
“Saya menyambut baik pelaksanaan tradisi tahunan Grebeg Tahu sebagai upaya untuk mempromosikan potensi lokal Desa Sumbermulyo, serta menumbuhkan kecintaan terhadap produk makanan asli daerah kita. Ini merupakan wujud syukur yang luar biasa kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, sekaligus momentum nyata agar produk UMKM tahu kita bisa terus didukung dan dikembangkan hingga menembus pasar regional maupun nasional,” ujar Bupati Jombang, Warsubi, saat memberikan sambutan resmi.
Koordinator acara Grebek Tahu, Royhan Nur Zaki, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini terasa sangat spesial karena berkolaborasi dengan momentum sakral berdirinya Jam’iyah Mahabbaturrosul yang ke-62 tahun.
“Kegiatan ini memperlihatkan kekhasan masyarakat Jombang yang lekat dengan industri tahu. Selain menjadi wadah syiar keagamaan melalui lantunan shalawat bersama pimpinan JMR, Gus Aunur Rokhim, acara ini adalah bukti nyata semangat gotong royong dan keterlibatan aktif para pengusaha tahu dalam berbagi berkah hasil usaha kepada warga,” terang Royhan Nur Zaki.
Setelah prosesi kirab selesai dan doa bersama dipanjatkan, momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Gunungan tahu raksasa tersebut langsung diserbu oleh ribuan warga yang saling berebut untuk mendapatkan tahu. Meskipun suasana riuh dan saling berdesakan, acara tetap berlangsung tertib, aman, dan penuh dengan gelak tawa kebersamaan.
Salah satu pengunjung, Dwi Sri Lestari (38), warga Dusun Semanding, mengaku sangat senang karena berhasil meraup satu kantong plastik penuh tahu gratis yang dipercaya membawa berkah tersebut.
“Seru sekali! Tahu yang saya dapat ini rencananya mau langsung dimanfaatkan untuk membuat pentol tahu di rumah. Saya sudah berkali-kali ikut Grebek Tahu di Bapang ini, dan suasananya selalu meriah, ramai, dan ngangenin,” ungkap Dwi sambil tersenyum lebar.
Melalui kegiatan Grebek Tahu ini, Jam’iyyah Mahabbaturrosul bersama Pemerintah Kabupaten Jombang berharap dapat terus konsisten menjaga kearifan lokal, menebar syiar Islam, dan memperkuat roda perekonomian masyarakat Jombang secara berkelanjutan. (*)
Pewarta : Sinta
















