JOMBANG, beritadesa.com-Pemerintah Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah sukses menyelesaikan pembangunan saluran irigasi, yang dibiayai dari program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2024.
Kepala Desa Janti H. Musta’in mengatakan, tahun 2024 ini, pemerintah Desa Janti, , melaksanakan kegiatan pembangunan saluran irigasi, berlokasi di daerah aliran Siman, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto Jombang.
“Tujuan pembangunan saluran irigasi tersebut menelan dana Rp 195 juta, program P3-TGAI yang bersumber dari dana APBN 2024.” Kata Musta’in. Selasa (31/12/2024).
Ia menjelaskan, bahwa program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang disalurkan melalui Dirjen SDA BBWS Brantas, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Brantas.
“Bantuan P3-TGAI ini, disalurkan melalui BBWS Brantas, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Brantas, Jawa timur. Tujuan dari P3-TGAI yakni untuk meningkatkan kinerja Layanan Irigasi Kecil, Irigasi Desa dan Irigasi Tersier” Terang Kades Janti.
Lebih lanjut Musta’in menjelaskan, untuk pelaksanaan pembangunan saluran irigasi program P3-TGAI di desa yang ia pimpin, dilaksanakan oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sumber Makmur Desa Janti.
“Alhamdulillah pelaksanaan pembangunan berjalan lancar. Pembangunan irigasi ini sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya petani. Dengan adanya anggaran Rp195 juta bantuan dari Kementrian PUPR, kami optimistis bahwa hasil panen di desa ini akan semakin meningkat. Air yang selama ini sulit dijangkau oleh beberapa wilayah sawah, kini akan lebih mudah didistribusikan,” Ungkap Kades Janti.
Menurut Musta’in pembangunan ini, melibatkan partisipasi aktif masyarakat, baik mulai dari perencanaan maupun pelaksanaannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong rasa memiliki dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Kami juga memastikan pelaksanaan proyek ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semua pihak, termasuk petani, dilibatkan dalam pengambilan keputusan agar hasilnya benar-benar optimal,” Ujarnya.
Kades Janti menambahkan, bahwa desa Janti memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi kerap terkendala masalah distribusi air. Pembangunan irigasi ini diharapkan menjadi solusi yang efektif dan efisien.
“Selama ini, beberapa wilayah sawah sering kekurangan air, terutama di musim kemarau. Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap distribusi air akan lebih merata dan produktivitas pertanian meningkat,” Imbuhnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Dirjen SDA BBWS Brantas, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Brantas, dan pihak terkait lainya. Yang telah memberikan bantuan P3-TGAI ke Desa Janti.
“Bantuan P3-TGAI ini, sangat bermanfaat bagi warga desa Janti, terutama bagi para petani. Semoga bantuan ini membawa banyak manfaat untuk warga kami.” Ungkapnya.
Sementara itu, ketua HIPPA Sumber Makmur desa Janti Khoirul mengatakan, bahwa pihaknya merasa bersyukur atas bantuan program ini. Menurutnya, infrastruktur irigasi yang baik adalah kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Petani di sini sangat bergantung pada irigasi. Sebelumnya, distribusi air sering tidak merata, dan banyak petani yang kesulitan saat musim tanam. Dengan adanya P3-TGAI ini, kami yakin masalah itu akan teratasi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa dan HIPPA dalam merealisasikan program ini.
“Kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan HIPPA sangat membantu dalam memastikan bahwa pembangunan ini berjalan sesuai rencana. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga hasil pembangunan ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkas Khoirul. (*)
Pewarta : Nur Aini Aulia












