JOMBANG, beritadesa.com-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, terus berkomitmen menangani permasalahan pemukiman kumuh diwilayahnya. Dengan begitu maka kualitas hidup masyarakat semakin membaik.
Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Perkim Kabupaten Jombang, pada tahun ini melaksanakan kegiatan penanganan kumuh Kali Bacin di permukiman perkotaan, yang dibiayai dari program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) tahun anggaran 2023.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang, Agung Hariadi mengatakan, program DAK PPKT adalah merupakan program untuk penataan kawasan kumuh pada satu delineasi kawasan yang dilakukan secara menyeluruh dengan memperbaiki kualitas permukiman melalui penyediaan akses air minum, sanitasi, perumahan, dan prasarana sarana permukiman serta mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan lainnya.
“Untuk lokasi penanganan DAK PPKT Tahun Anggaran 2023 ini, terletak di kawasan delineasi saluran Kali Bacin yang berada di tengah Kota Jombang, tepatnya di antara Desa Jombang dan Desa Candimulyo,” Kata Agung. Senin (6/11/2023).
Agung menjelaskan, Kali Bacin semula hanya berupa saluran pembuangan yang dangkal dan selalu meluap saat hujan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, saat ini, Kali Bacin sedang dibangun atau sedang dilakukan pemasangan box culvert dan di atasnya difungsikan sebagai jalan dengan panjang 270 meter.
“Kali Bacin yang merupakan titik kumuh paling parah di wilayah padat penduduk dan menjadi penyebab munculnya endemi demam berdarah. Alhamdulillah berkat program DAK PPKT tahun 2023, saat ini dapat kita bangun, dan saat ini proses pengerjaan pembangunan atau penanganan kumuh kali Bacin sedang berjalan.” Terang Agung.
Ia menjelaskan, kegiatan penanganan kumuh Kali Bacin ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat, yang sasarannya adalah meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kawasan permukiman.
“Kita berharap, kedepanya masyarakat bisa menjaga dan memelihara keberlanjutan, sehingga kawasan tetap terjaga kebersihannya.” Tandas Agung.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman, Dinas Perkim Jombang, Ahmad Rofiq Ashari mengatakan, pekerjaan penanganan kumuh kali Bacin ini, diantanya adalan normalisasi kali dan pemasangan box culvert serta pembangunan jalan.
“Pekerjaan dilapangan berupa normalisasi kali bacin, selanjutnya pemasangan box culvert berukuran 1,5 x 1,5 meter disepanjang Kali Bacin. Total panjangnya 270 meter. Dan diatasnya kita bangun jalan.” Papar Rofiq. Senin (6/11/2023).
Dikatakanya, saat ini penanganan kumuh kali Bacin sedang dilaksanakan, Percepatan penyelesaian kekumuhan di kali Bacin sudah mulai menampakkan hasil. Saat ini sungai yg dulu tercemar penuh dengan sediment sudah mulai tampak berubah menjadi rencana jalan.
“Jalan setapak di pinggiran kali bacin, yang dulu tidak bisa dilewati mobil sekarang bisa dilewati mobil. Kita tarjetkan, pada awal Desember jalan rigid diatas box cluvert sudah selesai dikerjakan. Dan sudah dapat digunakan warga, selaku penerima manfaat pembangunan.” Ungkap Rofiq.
Ia menambahkan, disepanjang kali Bacin ini, adalah daerah kawasan padat penduduk, pekerjaan pemasangan box culvert jaraknya sangat dekat dengan rumah-rumah warga. Sehingga, diperlukan kehati-hatian dalam pelaksanaanya agar tidak berdampak terhadap bangunan rumah-rumah warga tersebut. Imbuh Rofiq.
Sementara itu, Wati warga setempat mengatakan, bahwa warga sangat senang atas pembangunan atau pemasangan box culvert dan pembangunan jalan diatasnya (pelebaran jalan diatas box culvert-red) disepanjang kali Bacin.
“Dengan adanya pemasangan box culvert ini, kekumuhan kali Bacin teratasi, dan jalan yang tadinya berupa jalan setapak kini, jalanya jadi lebar. Hal ini sangat menguntungkan warga, karena lingkungan jadi bersih dan tidak kumuh. Sementara jalan yang dibesarkan atau diperluas, akan sangat mendukung aktifitas ekonomi warga. Jadi warga sangat senang dengan pembangunan ini.” Ungkap Wati. Ia menambahkan, warga sangat berterima kasih, pada Pemkab Jombang, serta dinas Perkim, yang telah melakukan penanganan lingkungan kumuh di lingkungan kami. Ujarnya.****
Pewarta : SINTA
Editor : RURIN












