Jenaza Pendaki Yang Tewas di Puncak Gunung Dempo Pagar Alam Berhasil Dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Deko Apriansa, pendaki asal Bengkulu, yang tewas di puncak gunung Dempo Pagar Alam, Sumsel. (Foto : Istimewah).

PAGAR ALAM, beritadesa.com-Jenazah Deko Avriansah (22) yang tewas di puncak gunung Dempo kota Pagar Alam, Sumatera Selatan berhasil dievakuasi setelah memakan waktu selama 10 jam, Jumat (3/1/2025). Deko tewas lantaran terkena hipotermia ketika berada di puncak gunung.(Dokumentasi BPBD Pagar Alam).

Evakuasi berlangsung selama 10 jam akibat medan yang terjal dan kabut tebal. Jenazah akhirnya berhasil dibawa turun pada Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Betul, jenazah korban sudah berhasil dievakuasi,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Pagar Alam, Anjas, Jumat.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagar Alam. Pihak keluarga direncanakan menjemput jenazah untuk dimakamkan di Kabupaten Seluma. Babak Baru Pilpres Artikel Kompas.id Babak Baru Pilpres “Sekarang masih menunggu pihak keluarga,” ujar Anjas.

Deko mendaki bersama rekannya, Angga (16), pada Selasa (31/12/2024) untuk merayakan tahun baru. Setelah tiba di kawasan pelataran, mereka melanjutkan perjalanan ke puncak Merapi Dempo.

Saat berada di puncak, Deko mengalami sesak napas. Pendaki lain berusaha membantu menurunkannya ke pelataran, namun kondisinya semakin memburuk.

“Setelah di pelataran, kondisi korban makin memburuk. Temannya akhirnya turun untuk melapor,” jelas Anjas.

Angga melapor ke pos BRIGADE Gunung Dempo melalui jalur Kampung IV, sedangkan Deko dievakuasi pendaki lain melalui jalur Tugu Rimau untuk mempercepat proses.

Namun, kondisi Deko semakin memburuk, dan ia dinyatakan meninggal dunia akibat hipotermia pada dini hari.

“Menurut keterangan pendaki lain, kondisi korban sudah memprihatinkan saat dievakuasi. Kami yang menerima laporan langsung menuju Tugu Rimau untuk melakukan evakuasi,” ujar Anjas.

Sebelumnya korban dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (3/1/2025) pukul 01.45 WIB saat berada di Puncak Gunung Dempo. 

Korban naik ke Puncak Gunung Dempo bersama satu orang rekannya pada Selasa (31/12/2024) kemudian pada Kamis (2/1/2025) korban mengaku sakit.

Kemudian rekan korban turun untuk mencari bantuan ke Brigade dan menghubungi BPBD Kota Pagar Alam. Saat naik kembali korban sudah meninggal pukul 01.45 WIB.

Untuk penyebab korban meninggal dunia, masih menunggu setelah pemeriksaan dokter. Untuk sementara diduga sakit dan hipotermia. (*)

Pewarta : Junsri

Exit mobile version