KA Lokal Daop 4 Semarang Angkut 567.308 Penumpang Pada Semester I Tahun 2025

FOTO : Ilustrasi (Dok Istimewah)

SEMARANG, beritadesa.com-Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Franoto Wibowo menyatakan bahwa layanan Kereta Api Lokal (KA Lokal) di wilayah KAI Daop 4 Semarang menunjukkan taringnya sebagai tulang punggung mobilitas dan konektivitas antarwilayah.

Menurut Franoto, sepanjang Semester I tahun 2025 (Januari-Juni 2025) lebih dari setengah juta penumpang telah mempercayakan perjalanannya kepada KA Lokal.

“Totalnya, 567.308 penumpang telah terlayani, dengan rincian 277.630 penumpang berangkat dan 289.678 penumpang tiba di berbagai destinasi di Jawa Tengah.” Ujarnya.

Ada tiga KA Lokal yang menjadi andalan Daop 4, KA Blora Jaya, KA Kedungsepur, dan KA Banyubiru – telah menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk perjalanan rutin maupun wisata. Rahasianya? Tarif yang sangat terjangkau!

“Ketersediaan layanan dengan harga yang ramah di kantong ini memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, pekerja harian, dan pelaku usaha kecil, untuk bepergian dengan nyaman dan efisien,” Kata Franoto.

Dikatakanya, setiap KA Lokal memiliki peran strategisnya masing-masing, yakni :

  • KA Blora Jaya: Menghubungkan Semarang dengan wilayah timur seperti Grobogan, Blora, dan Cepu.

Jalur ini tidak hanya penting untuk mobilitas warga, tetapi juga menjadi koridor logistik yang vital. Meski frekuensi perjalanan masih terbatas, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan mobilitas yang terus meningkat di wilayah ini.

  • KA Kedungsepur: Melayani komuter harian dari Demak dan Grobogan menuju Semarang. Ini adalah solusi transportasi cepat dan hemat bagi para pekerja dan pelajar yang beraktivitas di ibu kota provinsi.
  • KA Banyubiru: Menghubungkan dua kota besar di Jawa Tengah, yakni Semarang dan Solo. Kehadirannya memperkuat konektivitas “segitiga emas” Semarang-Solo-Yogyakarta, sekaligus membuka peluang pemerataan ekonomi di sekitarnya.

Franoto menandaskan, bahwa KA Lokal bukan hanya sekadar alat angkut, melainkan “bagian dari infrastruktur sosial yang menyatukan ruang dan memperkuat interaksi antardaerah.”

Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini menjadi penghubung utama antara pusat kota dan daerah, mendekatkan warga desa ke pusat layanan, dan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi dan sosial.

Ke depan, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan KA Lokal.

“KAI Daop 4 Semarang akan terus menjaga kualitas layanan KA Lokal, termasuk peningkatan ketepatan waktu, kebersihan, integrasi antarmoda, serta peluang pengembangan rute dan frekuensi,” tutup Franoto.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat sebagai fondasi utama untuk memperkuat peran KA Lokal di masa mendatang. (*)

Editor : JUNSRI

Exit mobile version