JOMBANG, beritadesa.com-Pemerintah Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan rehabilitasi kantor desa dan pendopo sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat dan mendukung kegiatan sosial.
Kegiatan ini dibiayai dari dana Bantuan keuangan khusus (BKK) senilai Rp 100 juta, yang diperoleh Desa Kedungdowo sebagai reward atas keberhasilan mencapai target pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kepala Desa Kedungdowo Suliswati menyampaikan, bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras masyarakat dan perangkat desa dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah taat membayar PBB. Dana reward ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan fasilitas desa demi kenyamanan bersama,” ucapnya.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan atap, pengecatan ulang, serta peningkatan fasilitas umum di kantor desa dan pendopo. Diharapkan, kantor desa yang lebih representatif dapat meningkatkan produktivitas perangkat desa, sementara pendopo yang diperbarui dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat seperti rapat, acara budaya, dan kegiatan sosial lainnya.
Pengerjaan rehabilitasi kantor dan pendopo dimulai sekitar awal bulan November hingga saat ini selesai 100 persen dan melibatkan tenaga kerja lokal untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Dengan adanya rehabilitasi kantor desa dan pendopo ini, kami berharap fasilitas yang lebih baik dapat mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga berupaya menciptakan ruang yang lebih nyaman untuk kegiatan warga, baik itu administrasi maupun acara sosial dan budaya. Semoga langkah ini menjadi awal dari kemajuan bersama dan semakin mempererat semangat gotong royong di Desa Kedungdowo,” ungkapnya.
Ketua TPK Desa Kedungdowo Andika mengatakan, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyampaikan bahwa proses rehabilitasi kantor desa dan pendopo merupakan tanggung jawab besar yang harus mereka emban. Mulai pengerjaan rehab tersebut sekitar awal bulan November dan selesai 100 persen pertengahan Desember lalu.
“Kami sangat mengutamakan kualitas hasil pekerjaan. Setiap material yang digunakan akan dipastikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dan kami juga melibatkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan di bidang ini. Dengan begitu, selain meningkatkan fasilitas desa, rehabilitasi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama bagi warga yang terlibat dalam proses pembangunan” Kata Andika.
Ia menegaskan komitmen timnya untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian pekerjaan. Seluruh tahapan tersebut akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, pihaknya juga membuka diri terhadap masukan dan pengawasan dari masyarakat guna menjaga integritas proyek tersebut.
“Alhamdulillah proses rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Untuk mencapai hal tersebut, koordinasi dengan pihak terkait, seperti pemerintah desa dan tenaga teknis, terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan bahwa dana sebesar Rp 100 juta yang bersumber dari BKK ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Nur Aini Aulia
