Keterbatasan jumlah buah dan standar kualitas yang belum mencapai level terbaik menjadi alasan utama di balik langkah ini.
JOMBANG, beritadesa.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, resmi memutuskan bahwa perhelatan akbar KenDuren Wonosalam tahun 2026 ditiadakan alias tidak dilaksanakan.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Disporapar sekaligus Kepala Bapperida Kabupaten Jombang, Hartono, dalam pertemuan yang berlangsung Pendopo Kecamatan Wonosalam, Kab Jombang, pada Selasa (18/02/2026) siang.
Dalam pertemuan tersebut, Hartono yang didampingi Camat Wonosalam Yudha Asmara, jajaran Forkopimcam Wonosalan, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, secara resmi mengumumkan bahwa mereka mewakili Pemkab Jombang, menyatakan bahwa perhelatan akbar KenDuren Wonosalam 2026 resmi ditiadakan. Pengumuman ini juga di informasikan melalui youtube dan media sosial jombangkab.
Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan mendalam. Tantangan cuaca yang tidak menentu sepanjang tahun ini berdampak langsung pada hasil panen durian di Wonosalam.
Hartono menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah buah dan standar kualitas yang belum mencapai level terbaik menjadi alasan utama di balik langkah ini.
Menurutnya, langkah ini diambil bukan semata-mata sebagai penundaan agenda, melainkan wujud komitmen Pemkab Jombang demi menjaga marwah Durian Wonosalam yang telah dikenal luas memiliki kualitas istimewa.
Pemkab Jombang memilih untuk tidak memaksakan perayaan di tengah masa pemulihan pohon-pohon durian, demi memastikan ekosistem pertanian tetap terjaga untuk jangka panjang.
“Menjaga marwah Durian Wonosalam jauh lebih penting daripada sekadar perayaan. Kami hanya akan menyuguhkan yang terbaik, atau tidak sama sekali demi menjaga kepercayaan para pengunjung event akbar tahunan ini,” ujar Hartono.
Meski tahun ini gunungan durian tidak menyapa masyarakat, semangat Wonosalam tidak padam. Jeda atau ditiadakannya KenDuren Wonosalam ini dianggap sebagai momentum bagi bumi Wonosalam untuk “bernapas” dan kembali pulih, panen bagus.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan mendoakan agar cuaca kembali bersahabat, para petani kita diberikan kekuatan serta kesabaran, dan bumi Wonosalam kembali pulih dengan limpahan berkah-Nya”, katanya.
Ia menambahkan, bahwa langkah yang kita ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan.
“Kita tidak sedang menyerah pada keadaan, melainkan sedang bersiap untuk menyambut musim panen yang jauh lebih istimewa. Mari kita jadikan jeda ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, sehingga di tahun mendatang, kita dapat kembali merayakan KenDuren dengan kemeriahan yang lebih megah dan kualitas durian yang luar biasa. Wonosalam akan selalu menjadi rumah yang rindu untuk dikunjungi, mohon doanya,” imbuhnya.
KenDuren Wonosalam
Sebagai informasi KenDuren Wonosalam (Kenduri Durian) di Kabupaten Jombang merupakan festival budaya tahunan dan pesta rakyat berbasis agrowisata, di mana ribuan buah durian hasil panen warga dari 9 desa di Kecamatan Wonosalam diarak dan dibagikan gratis. Acara ini merupakan bentuk syukur atas melimpahnya hasil panen serta ajang promosi wisata daerah.
KenDuren Wonosalam ini, biasanya diadakan setiap tahun, di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada puncak musim panen durian (sekitar bulan Februari atau Maret). (*)
Pewarta : Rurin












