Pemkab Magelang Buka Pasar UMKM di Lingkungan Pemda, ASN Didorong “Nglarisi”

FOTO: Sejumlah lapak pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di lingkungan kantor Pemkab Magelang. Jumat (9/10/2026).

Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau dan didorong aktif untuk “nglarisi” atau membeli produk-produk lokal guna memutar roda ekonomi masyarakat dari lingkungan perkantoran pemerintah sendiri.

MAGELANG, beritadesa.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang meluncurkan inisiatif baru dengan membuka lapak pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) langsung di lingkungan kantor pemerintah daerah.

Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau dan didorong aktif untuk “nglarisi” atau membeli produk-produk lokal guna memutar roda ekonomi masyarakat dari lingkungan perkantoran pemerintah sendiri.

Langkah taktis ini sengaja dirancang untuk memotong panjangnya rantai distribusi komoditas, sekaligus mempertemukan para pelaku usaha mikro di Kabupaten Magelang langsung dengan pangsa pasar konsumen yang potensial, yakni para pegawai pemerintahan.

Kabid UMKM pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan UKM Kabupaten Magelang,Pujianto mengtakan, bahwa jenis UMKM yang mengisi stan di area pemda akan diganti secara berkala. Strategis rotasi ini dilakukan demi menjamin azas keadilan, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh kesempatan yang sama untuk mempromosikan produk mereka.

“Khusus untuk klaster kopi, pergiliran (pelaku usaha) bahkan kami lakukan setiap hari untuk memberikan variasi pilihan menu kepada konsumen,” jelas Pujianto pada Jumat (9/10/2026).

Klaster kopi lokal yang dilibatkan dalam program ini menyajikan variasi produk kopi robusta maupun arabika unggulan yang didatangkan dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang. Setiap harinya, sebanyak lima pelaku usaha kopi akan bergiliran menyajikan racikan terbaik mereka.

Inisiatif ini pun disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh para pelaku usaha mikro. Salah satu petani sekaligus pelaku usaha kopi lokal, Asnawi, mengakui bahwa keterbatasan akses pemasaran selama ini kerap menjadi momok utama bagi para produsen di daerah.

“Program ini benar-benar efektif memangkas rantai distribusi karena kami dipertemukan langsung dengan konsumen akhir,” ungkap Asnawi.

Tingginya animo para ASN langsung terbukti sejak hari pertama pembukaan lapak pasar. Asnawi membeberkan bahwa menu andalannya, kopi susu gula aren, bahkan sudah ludes terjual sejak pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB.

“Ini benar-benar di luar ekspektasi awal kami. Harapannya, tren perputaran ekonomi yang positif ini bisa terus konsisten terjaga meskipun pelaku usaha yang berjualan akan berganti-ganti setiap harinya,” kata Asnawi optimistis.

Inisiatif pasar internal perkantoran ini menjadi kelanjutan nyata dari komitmen Pemkab Magelang dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.

Sebelumnya, pemerintah daerah setempat juga telah menggalakkan Gerakan Blonjo Warung Tonggo sebuah program yang mewajibkan ASN berbelanja kebutuhan harian di warung-warung tetangga dekat tempat tinggal mereka serta pelaksanaan kurasi intensif agar komoditas UMKM lokal mampu menembus pajangan gerai swalayan modern.

Melalui kehadiran pasar tersebut, Pemkab Magelang berharap produk lokal semakin dikenal, pelaku UMKM memperoleh pelanggan baru, dan perputaran ekonomi masyarakat dapat tumbuh dari lingkungan perkantoran pemerintah sendiri. (*)

Pewarta: Junsri

Exit mobile version