Rawan Air Bersih, Enam Desa di Kecamatan Kabuh Jombang Dapat Bantuan Pamsimas

Salah seorang warga desa Kabuh Menunjukan kran air bersih yang sudah tersambung kerumah-rumah warga. Rabu (4/12/2024).

JOMBANG, beritadesa.com-Sebanyak 6 (enam) Desa Dikecamatan Kabuh Kabupaten Jombang yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau, tahun ini mendapatkan bantuan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bersumber dari APBN 2024.

Enam desa tersebut, yakni Desa Kabuh, Desa Genenganjasem, Desa Karangpakis, Desa Munungkerep, Desa Manduro, dan Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang.

Program Pamsimas merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di daerah terpencil, yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.

Kepala Seksi Air Bersih Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinas Perkim) Jombang Madya Pelita Nusantara, mengatakan, program Pamsimas ini berasal dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, sumber anggarannya dari APBN TA 2024.

“Bantuan program Pamsimas yang diterima 6 desa tersebut berupa pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) air bersih, dengan anggaran sebesar Rp 400 juta bersumber dari APBN Tahun 2024, dan swadaya masyarakat sebesar Rp 44.500.000.” Ujar Madya.

Ia merincikan, pembangunan infrastruktur air bersih ini mencakup pembangunan sumur bor, jaringan distribusi air, tangki penampungan air, fasilitas pendukung sanitasi, serta pemasangan sambungan rumah (SR) langsung ke sejumlah rumah tangga penerima manfaat, yakni Desa Kabuh sebanyak 160 SR, Desa Munungkerep tandon air 80 titik SR, Desa Genengan Jasem tandon air 80 SR, Desa Manduro tandon air sama 50 SR, Desa Sukodadi tandon Air 60 SR, Desa karang pakis tandon air 30 SR.

“Enam Desa penerima manfaat program Pamsimas seluruhnya dibangun tandon air, kecuali Desa Kabuh karena sebelumnya sudah dibangun tandon air tahun 2023. Jadi, tinggal menyambungkan di rumah-rumah. Dengan adanya pemasangan sambungan rumah (SR), warga tidak perlu lagi mengambil air dari jarak jauh.” Ujarnya.

Menurut Madya, pembangunan infrastruktur air bersih program Pamsimas di enam titik ini sedang dalam pengerjaan. Dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2024.

“Dari hasil monitoring Dinas Perkim Jombang, progres pembangunan di enam desa ini, saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Insyaallah selesai sebelum akhir Desember.” Ujarnya.

Kami memastikan dalam setiap tahapan pelaksanaan program Pamsimas, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan masyarakat. Karena ini adalah kunci keberhasilan program Pamsimas.

“Dengan dukungan penuh dari warga, kami memastikan setiap fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola sarana air bersih secara mandiri.” Katanya.

Partisipasi masyarakat tidak hanya dalam bentuk swadaya dana, tetapi juga melalui tenaga dan keterlibatan dalam pembangunan serta pengelolaan fasilitas Pamsimas nantinya. Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga. Pungkasnya.

Sementara itu, ketua Pokmas Tirta Barokah Desa Kabuh, Sutrisno mengatakan, bahwa program ini sangat penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.

“Pamsimas memberikan solusi kongkret terhadap kebutuhan air bersih di enam desa di Kecamatan Kabuh. Melalui pembangunan sambungan rumah di enam titik desa, nantinya warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.” Ujarnya.

Ia menanbahkan program bantuan Pamsimas ini, sangat membantu masyarakat enam desa di Kecamatan Kabuh, yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Warga sangat senang atas bantuan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, dan Dinas Perkim Jombang. Yang telah memberikan bantuan program Pamsimas ke desa kami” Ungkap Sutrisno. (*)

Pewarta : RISKA

Exit mobile version