Hukrim  

Rekor Pengutilan Ritel: Pria di Probolinggo Ditangkap Usai Gasak Minyak Goreng di 15 Minimarket

FOTO : Barang bukti minyak goreng yang diamanakan polisi.

PROBOLINGGO, beritadesa.com-Rekor aksi pencurian beruntun yang menyasar jaringan toko swalayan di Kota Probolinggo akhirnya terhenti. Tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota berhasil membekuk RJ (33), seorang pria asal Kecamatan Sukoharjo, yang terbukti menjadi spesialis pengutil komoditas minyak goreng.

Pelaku diringkus tanpa perlawanan setelah kepergok mengutil di gerai Indomaret Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Mangunharjo, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penangkapan ini menguak fakta mencengangkan mengenai rekam jejak kriminalitas pelaku. Dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Probolinggo Kota, RJ mengaku bahwa aksi di Kelurahan Mangunharjo tersebut bukanlah yang pertama. Sepanjang bulan Agustus 2026, ia tercatat telah membobol sistem keamanan di 15 gerai Indomaret berbeda yang tersebar di wilayah hukum Probolinggo.

“Pelaku menerapkan taktik berpindah-pindah gerai agar tidak mencolok. Modusnya selalu sama, berpura-pura membeli produk murah seperti minuman ringan di kasir untuk mengalihkan perhatian, sementara barang jarahan utama sudah disembunyikan di dalam tas khusus,” ungkap Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah. Jumat (28/8/2026)

Aksi pengutilan berseri dengan target minyak goreng kemasan ini mengakibatkan pihak manajemen ritel mengalami kerugian akumulatif mencapai Rp4,5 juta. Nilai tersebut didapatkan dari akumulasi puluhan liter minyak goreng yang berhasil lolos dicuri pelaku pada belasan gerai sebelumnya.

Saat penangkapan di TKP terakhir, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial meliputi, 3 botol kemasan minyak goreng ukuran 2 liter hasil curian hari itu; 2 buah tas jinjing yang dimodifikasi untuk menyembunyikan barang, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul yang digunakan pelaku untuk mobilisasi antartoko.

Saat ini pihak penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara ini. Polisi tengah melacak jaringan penadah lokal yang menampung minyak goreng hasil curian berseri tersebut, mengingat jumlah barang yang diambil pelaku cukup masif untuk dikonsumsi sendiri. (*)

Pewarta : Agus W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *