MADIUN, beritadesa,com-Sebanyak empat orang suporter PSS Sleman dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka setelah minibus Toyota Hiace yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut menabrak bagian belakang truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu pagi (18/10/2026) sekitar pukul 08.10 atau 09.30 WIB, saat rombongan dalam perjalanan dari Sleman menuju Surabaya untuk mendukung tim kesayangan mereka yang dijadwalkan bertanding melawan Persebaya Surabaya pada sore harinya. Namun, takdir berkata lain saat minibus yang mereka tumpangi mengalami musibah, maut menjemput mereka di tengah perjalanan.
Kanit PJR Jatim VI Ngawi AKP Dodit Prasetyo, menerangkan bahwa laporan kecelakaan tersebut diterima pada Minggu sekitar pukul 08.10 WIB.
“Berdasarkan penyelidikan awal, minibus Toyota Hiace dengan nomor polisi AB 7831 E tersebut melaju di lajur kiri. Diduga akibat pengemudi yang mengantuk atau kurang konsentrasi, minibus langsung menghantam bagian belakang samping kanan truk tronton bernomor polisi H 1872 AG yang tengah berjalan lambat di depannya.” Ungkap AKP Dodit Prasetyo, Minggu siang (18/10/2026).
Benturan yang sangat keras membuat bagian depan minibus ringsek parah. Satu korban dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara tiga korban lainnya meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis darurat di RSUD Caruban, Madiun.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun keempat korban yang meninggal dunia, yakni : Fakri Maulana Al Zaki (21), warga Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati; Iyan Fathur Ar Rizaq (15), warga Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati; Rio Rahman Sahid (23), warga Kelurahan Tlogoadi, Kecamatan Mlati; dan Novandika Dwi Adi Prakosya (19), warga Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping.
Selain empat korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan dua penumpang mengalami luka berat dan empat penumpang lainnya luka ringan. Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kabar duka ini langsung sampai ke Stadion Gelora Bung Tomo sebelum laga Persebaya vs PSS Sleman dimulai. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persebaya Surabaya, Ram Surahman mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima informasi kecelakaan yang diduga melibatkan rombongan suporter PSS Sleman.
“Panpel Persebaya masih berkoordinasi untuk memastikan data kendaraan dan suporter yang terlibat kecelakaan tersebut.” Kata Ram Surahman.
Sebagai bentuk solidaritas dan duka cita yang mendalam, panitia pelaksana beserta para pemain dari kedua tim dan ribuan penonton menggelar aksi one minute silence (mengheningkan cipta selama satu menit) sebelum pertandingan dimulai.
Selama pertandingan berlangsung, para pemain dari kedua kesebelasan juga tampak mengenakan pita hitam di lengan mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban yang gugur dalam perjalanan mendukung tim kebanggaannya. (*)
Pewarta: Eni Dewy












