JOMBANG, beritadesa.com-Ratusan warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor kecamatan setempat, pada Selasa (13/10/2026) siang.
Kedatangan massa bertujuan untuk mendesak pihak berwenang segera memberhentikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta memecat pihak hubungan masyarakat (Humas) PT Junrich Development bernama Ali Arifin.
Aksi yang berlangsung tertib namun dikawal ketat aparat keamanan ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga terhadap tata kelola pemerintahan desa serta dampak operasional pabrik mainan di wilayah mereka.
Perwakilan warga dalam audiensinya menyatakan bahwa kinerja BPD saat ini telah menyebabkan kebuntuan administrasi yang berujung pada mandeknya pencairan anggaran desa. Dampak dari persoalan tersebut dinilai merugikan masyarakat karena menghambat program-program penting desa, bahkan membuat sejumlah kegiatan kemasyarakatan terpaksa berjalan menggunakan dana pribadi. Oleh karena itu, warga menuntut reformasi total pada keanggotaan BPD Mancar.
Selain persoalan internal desa, massa juga menyuarakan tuntutan tegas terhadap manajemen PT Junrich Development. Warga mendesak pihak perusahaan untuk segera mencopot atau mengganti bagian Humas pabrik. Pihak Humas dinilai tidak transparan dan gagal menjembatani komunikasi antara korporasi dengan masyarakat sekitar.
Kekecewaan warga kian memuncak menyusul munculnya keluhan terkait dugaan kebocoran atau pembuangan limbah pabrik ke saluran air (selokan) dekat permukiman. Selain menuntut evaluasi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), warga juga menagih komitmen perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja lokal yang dinilai belum memenuhi kuota 60 persen bagi warga Desa Mancar.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan warga masih melakukan audiensi dengan Camat Peterongan dan instansi terkait guna mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan. Warga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. (*)
Pewarta: Wahyu












