15 Petani Temanggung Terima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni Dari PT Djarum

15 Petani Temanggung Terima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum.

TEMANGGUNG, beritadesa.com-Sebanyak 15 petani tembakau di Kabupaten Temanggung menerima bantuan renovasi rumah sederhana layak huni dari program Community Development (CD) PT Djarum.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi bersama Deputi General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiarto, dalam acara yang digelar di Gedung Sasana Gita Parakan, Rabu (30/7/2025).

Program bantuan rumah tersebut menyasar dua kecamatan. Di Kecamatan Parakan, lima petani dari Desa Glapan Sari dan lima petani dari Desa Sunggingsari menjadi penerima manfaat.

Sementara di Kecamatan Candiroto, lima petani dari Desa Bonjor juga mendapat bantuan serupa.

“Bantuan ini adalah langkah awal kami dalam membantu masyarakat Temanggung untuk memiliki rumah yang layak huni,” ujar Achmad Budiarto.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Djarum untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang berkaitan erat dengan tembakau.

Sebelumnya, Djarum sudah menjalankan program lain seperti beasiswa dan pembangunan fasilitas sanitasi.

Tahun ini, sektor perumahan menjadi fokus baru. Tidak berhenti di 2025, PT Djarum berencana melanjutkan program ini secara berkelanjutan.

Pada 2026, ditargetkan akan dibangun 25 rumah tambahan di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, PT Djarum menargetkan pembangunan 500 rumah sederhana layak huni, dengan prioritas 400 unit di Kudus dan 100 unit lainnya tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, mengapresiasi inisiatif PT Djarum. Menurutnya, kontribusi sektor swasta seperti ini sangat penting dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Kami, mewakili Bupati Temanggung dan masyarakat, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Djarum Foundation. Ini bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, perusahaan, dan organisasi dalam mengatasi persoalan kemiskinan, terutama di wilayah P1 dan P2,” ungkap Lutfi.

Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan bahwa Pemprov Jateng juga tengah menjalankan program pembangunan 17.000 rumah tidak layak huni di 35 kabupaten/kota pada triwulan pertama 2025.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi 584 unit.

Tak hanya sektor perumahan, Lutfi menyebut bahwa bantuan lain juga diberikan dalam bentuk bantuan sosial, pendidikan, dan kebutuhan pokok masyarakat. “Evaluasi akan terus kami lakukan agar setiap daerah memiliki pemahaman dan strategi yang sama dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Kami optimistis, dengan program berkelanjutan seperti ini, kondisi masyarakat Jawa Tengah akan semakin membaik,” pungkasnya. (*)

Editor : Junsri

Exit mobile version