Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Menyantap Rawon dan Menu MBG

FOTO : Pengasuh Pondok Pesantren At-Taubah, K.H. Muhamad Adam Sili, saat dikonfirmasi wartawan, terkait puluhan santri diduga keracunan usai buka puasa bersama. Kamis (5/3/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi setelah para santri menyantap hidangan berbuka puasa, yakni nasi rawon yang disediakan warga. Dan telur asin, dan pisang bolen, yang berasal dari menu program MBG.

JOMBANG, beritadesa.com-Puluhan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di lingkungan pondok, Kamis (5/3/2026) petang.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menyantap hidangan berbuka yang disediakan dari MBG. Tidak lama setelah makan, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, muntah hingga lemas.

Melihat kondisi tersebut, pengurus pondok segera membawa para santri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Pengasuh Pondok Pesantren At-Taubah, K.H. Muhamad Adam Sili, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama diikuti sekitar 84 santri.

“Total ada sekitar 84 santri yang ikut buka bersama. Dari jumlah itu, sekitar 40 santri dilarikan ke Rumah Sakit Mojoagung, terdiri dari 30 santri putri dan 10 santri putra. Sampai saat ini belum ada tambahan korban,” ujarnya, kepada NusantaraPos, pada Kamis (5/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, hidangan berbuka puasa tersebut diantaranya, yakni nasi rawon, telur asin, dan pisang bolen. Untuk nasi rawon disiapkan oleh warga (berasal dari warga) Desa Betek. Sedangkan telur asin, dan pisang bolen berasal dari menu program MBG (Makan Bergizi Gratis).

“Masakannya rawon, ada juga telur asin dan pisang bolen. Tadi saya makan rawon tidak apa-apa, tapi setelah anak-anak makan telur asin, banyak yang muntah-muntah. Saya sendiri sempat mencium bau yang tidak sedap dan merasa pusing serta diare,” jelasnya.

Petugas kesehatan yang menerima para santri langsung memberikan penanganan medis agar kondisi mereka segera membaik. Selain itu, pendataan terhadap para korban juga dilakukan.

Pihak terkait juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para santri untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

Hingga saat ini, kondisi para santri dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber penyebab insiden tersebut. (*)

Pewarta : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *