Diduga akibat kebocoran gas elpiji, dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memproduksi 3.700 porsi MBG setiap hari di Desa Medali hancur diguncang ledakan hebat hingga menyebabkan lima pekerja luka-luka.
MOJOKERTO, beritadesa.com-Ledakan hebat mengguncang dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.20 WIB. Dapur yang memproduksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diduga meledak akibat kebocoran gas elpiji.
Kuatnya ledakan membuat atap bangunan ambruk total dan memicu kebakaran. Tak hanya itu, ledakan juga merusak plafon gudang sepatu milik warga di dekat lokasi, serta menghancurkan dua mobil operasional distribusi makanan MBG yang tertimpa reruntuhan.
Bagianto (63), satpam SPPG mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di ruang kantor ketika mendengar suara seperti gas bocor sebelum ledakan terjadi.
“Awalnya terdengar suara gas bocor, lalu tiba-tiba langsung meledak keras,” ujarnya di lokasi kejadian.
Begitu ledakan terjadi, Sambung Bagianto, kondisi di dalam dapur langsung gelap. Para relawan yang sedang bekerja panik dan berhamburan keluar.
“Usai terjadi ledakan, kondisi ruangan lansung gelap semua. Tahu-tahunya saya keluar sudah terjadi kebakaran. Para relawan langsung teriak histeris, lari berhamburan keluar,” ujarnya.
Saat kejadian, 13 orang berada di kompleks SPPG. Mereka terdiri dari satu satpam, sembilan relawan (pekerja) bagian persiapan, serta tiga teknisi gas. Katanya.
Akibat peristiwa ini, lima orang pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Tiga pekerja teknisi gas menjadi korban paling parah, yakni : Piter (36), warga Porong, Sidoarjo Piter mengalami luka bakar sekitar 63 persen; Edi Suyanto (55), warga Kecamatan Jetis, Mojokerto, mengalami luka bakar sekitar 90 persen; dan Kwin Lan (48), warga Kecamatan Jetis, Mojokerto. mengalami luka bakar serius.
Ketiga korban tersebut kemudian mendapat perawatan di dua rumah sakit. Satu korban dirawat di RSI Sakinah Sooko, sedangkan dua lainnya ditangani di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Selain tiga teknisi gas, dua relawan SPPG : Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), warga Desa Medali. Keduanya mengalami luka pada bagian kepala setelah tertimpa plafon ruangan yang runtuh.
“Kepala saya tertimpa plafon ruangan yang runtuh. Sekarang kepala pusing, punggung juga sakit,” kata Robiatul.
Kepala SPPG Mojokerto Medali, Geroldi, menyebutkan bahwa dapur ini setiap harinya memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan gratis untuk didistribusikan ke 33 SD dan SMP di wilayah Kecamatan Puri. “Saat ledakan terjadi, ada sembilan relawan yang sedang bekerja di bagian persiapan.” Ujarnya.
Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan Damkar Gama diterjunkan ke lokasi.
Kerasnya ledakan tersebut, juga berdampak pada bangunan di sekitar SPPG. Gudang sepatu milik Hj Saroh dan mendiang H Mustofa yang berada di belakang sisi kiri bangunan ikut mengalami kerusakan. Bagian plafon gudang tersebut runtuh akibat ledakan.
Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Namun setelah insiden tersebut, kondisi bangunan dan peralatan dapur perlu diperiksa sebelum aktivitas produksi dapat kembali berjalan.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan api telah berhasil dipadamkan. “Alhamdulillah kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki sebabnya,” ujarnya di lokasi.
Ia mmenambahkan, sementara untuk penyebab pasti ledakan masih menunggu penyelidikan pihak berwenang. “Hingga kini, penyebab pasti ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali masih dalam pemeriksaan.” imbuh Rinaldi Rizal. (*)
Pewarta : Sinta










