Ini Data Korban Tabrakan Maut Bus Sugeng Rahayu Vs Eka di Ngawi

Kecelakaan maut di Ngawi, Jawa Timur pada Kamis (31/8/2023) sekitar pukul 05.15 WIB. Insiden tersebut melibatkan dua bus Sugeng Rahayu dan bus Eka. Akibat kecalakaan ini, 3 orang tewas.

NGAWI, beritadesa.com-Kecelakaan maut terjadi di Ngawi, Jawa Timur pada Kamis (31/8/2023). Insiden tersebut melibatkan dua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Sugeng Rahayu dan bus Eka.

Hingga saat ini, korban kecelakaan di jalan nasional tepatnya di Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, , berjumlah 17 orang.

Kapolres Ngawi, AKBP Argowiyono mengatakaan, dari 17 korban, 14 orang penumpang mengalami luka-luka. Sementara, 3 orang lainnya, yakni 2 orang sopir bus dan 1 pejalan kaki meninggal di lokasi kejadian.

“Korban luka-luka mendapatkan perawatan di RSUD Geneng dan untuk korban meninggal dunia dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi. Hasil laporan ada tiga korban yang dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Kamis (31/8/2023).

BACA JUGA :

Adapun korban yang meninggal dunia yakni sopir bus Sugeng Rahayu, Agus Susanto (28) warga Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Catur (45) sopir bus Eka warga Boyolali dan Atik Sujiati (57) yang merupakan pejalan kaki warga Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.

Sedangkan korban luka – luka, yakni penumpang Bus Sugeng Rahayu nopol W-7572-UY atas nama Dwi Endro Susanto warga Desa Gilang Rt 23/07 Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.

Mochmada Nurul Komar warga Desa Perbon Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, Sukarjan warga Desa Karang Pakis Kecamatan Salam Kabupaten Magelang, Sri Utami warga Desa Karang Pakis Kecamatan Salam Kabupaten Magelang, Hari Susanto warga Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan, Agus Susianto warga Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Nyoto warga Kelurahan Karangrejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Moch Pariyanto warga Kabupaten Lamongan.

Kemudian, penumpang Bus Eka nopol S-7551-US yakni Dilul Fadillah warga Kecamatan Tapos Kota Depok, Sutiono warga Kecamatan Cilengsi Kabupaten Bogor, Idris Ardianto warga Kecamatan Sungai Beduk Kota Batam, Mohammad Assauki Ardianto warga Kecamatan Sungai Beduk Kota Batam, Dian warga Desa Sidorejo Kabupaten Madiun dan Ari Widiantini warga Balikpapan Kalimantan.

“Hingga kini kami masih melakukan pendalaman dan masih belum bisa disimpulkan. Sebab masih membutuhkan waktu juga olah tempat kejadian perkara (TKP),” Pungkasnya. (Eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *