CILACAP, beritadesa.com-Sebuah jembatan bambu sepanjang 45 meter dengan lebar 1,5 meter penghubung antara Desa Ujung Gagak dengan Desa Panikel, di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap nyaris ambruk. Setelah tiang penyangganya dipenuhi tumpukan sampah.
Ironisnya, para siswa dan warga setempat tetap nekat menggunakannya untuk menyebrang, meski harus menantang bahaya padahal kondisi jembatan yang telah miring.
Babinsa Desa Ujung Gagak Kabupaten Cilacap Serda Ronal Langlaku mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga setempat untuk menunjang kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan dan lain-lain.
“Sebelum rusak parah jembatan itu, mampu dilalui kendaraan roda dua yakni sepeda moto. Namun kini hanya mampu dilalui orang saja, itupun dengan cukup berisiko. Karena jembatan berpotensi ambruk kapan saja, han ini bisa membahayakan orang yang melintasi jembatan itu.” Ungkapnya.
Sementara itu Ragil salah seorang warga setempat mentakan, untuk saat ini, warga masih diperbolehkan melintas jembatan itu secara bergantian, agar beban jembatan tidak terlalu berat dan tidak ambruk.
“Untuk anak-anak sekolah yang akan menyebrangi jembatan, mendapat bantuan dan pengawalan orang dewasa. Hal ini untuk untuk menghindari hal-ahal yang tidak diinginkan.” Kata Ragil.
Masih menurut Ragil, jembatan itu sangat dibutuhkan oleh warga sekitar. Untuk mencapai desa lain melewati itu lebih cepat. Jika tidak menggunakan jembatan, warga harus memutar jalan yang jaraknya hingga 14 kilometer lebih jauh.
“Warga sangat berharap, pemerintah dapat segera membangun jembatan permanen untuk menggantikan jembatan yang rusak. Sehingga warga dapat beraktivitas dengan lancar dan aman.” Ujarnya.
Terkait hal ini, Pj Bupati Cilacap Awaluddin Muuri mengtakan, bahwa Pemkab Cilacap sudah melakukan upaya penanganan cepat melalui berbagai langkah strategis. Mulai dari perbaikan sementara oleh Forkopimcam Kecamatan Kampung Laut bersama jajaran perangkat Desa maupun TNI Polri.
Selanjutnya dengan menggandeng Kilang Pertamina Internasional RU IV guna mengoptimalkan program CSR di Desa setempat. Selain itu juga berkoordinasi bersama BWWS Citanduy.
“Diharapkan langkah ini setidaknya dapat membuat jembatan tersebut dapat kembali digunakan untuk aktifitas sehari-hari masyarakat setempat. Termasuk memudahkan pernyebrangan anak-anak menuju ke Sekolah,” Terangnya.
Selai itu, PJ Bupati Cilacap menyebutkan, bahwa pihak Pemkab Cilacap telah melakukan pengajuan kepada kementerian PUPR untuk membangun jembatan gantung. Katanya. ***
Editor : JUNSRI









