Tuakang Becak di Jombang Tewas Tertimpa Tembok Pagar

Petugas BPBD Jombang mengevakuasi mayat tukang becak yang tewas tertimpa tembok roboh. Minggu (8/10/2023).

JOMBANG, beritadesa.com-Seorang tukang becak Sugeng (70) asal Kabupaten Pasuruan, tewas tertimpa tembok pagar rumah, di kawasan Bundaran Ringin Contong Jl Wahib Hasyim Kabupaten Jombang. Minggu pagi (8/10/2023). sekitar pukul 10.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi saat korban berteduh disamping tembok lokasi kejadian.

Secara tiba-tiba terjadi angin kencang yang menyerupai puting beliung, membuat tembok runtuh tidak berpenghuni, dengan panjang sekitar 10 meter, dan setinggi 3 meter itu tiba-tiba ambruk dan menimpa korban hingga tewas dilokasi kejadian.

Supervisor Pusdal Ops BPBD Kabupaten Jombang Stevie Maria membenarkan peristiwa bangunan roboh menimpa seorang pengemudi becak tersebut, ia mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar, pukul 10.30 WIB.

“Memang kondisi tembok sudah rapuh, itu bangunan tua menimpa pengendara becak dan korban meninggal di lokasi.” Ujarnya. Miggu (8/10/2023).

Korban diketahui bernama Sugeng berasal dari Pasuruan. Sehari-harinya sering terlihat mangkal di Jalan Wahid Hasyim Kota Jombang. Sebelum musibah terjadi, yang bersangkutan diketahui sedang beristirahat di lokasi kejadian. Terangnya.

Sugeng duduk setengah rebahan di atas becaknya sambil menanti datangnya penumpang. Di saat yang sama angin tiba-tiba berhembus kencang. Entah karena terjangan angin, tembok bangunan sepanjang 10 meter dengan ketinggian tiga meter itu, mendadak ambruk.

Termasuk pagar besi pembatas bangunan, juga roboh. Nahas. Bagian cor bangunan itu menimpa becak yang di dalamnya ada korban sedang istirahat.

“Korban tewas seketika. Kita langsung tangani dan dilakukan evakuasi,” terang Stevie.

Proses evakuasi mendatangkan mobil rescue. Sebab bongkahan cor yang menimpa korban dan becaknya itu berukuran cukup besar. Runtuhan bangunan itu perlu ditarik.

Stevie menambahkan, peristiwa yang terjadi bersamaan dengan angin kencang. Namun dirinya belum bisa memastikan penyebab ambruknya bangunan akibat angin kencang.

Ia hanya mengatakan, bangunan yang roboh itu memang berusia tua dan terlihat rapuh. “Untuk penyebabnya, nunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Stevie.

Dalam peristiwa ini, petugas kepolisian setempat langsung melakukan olah TKP. Petugas masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi terkait peristiwa yang terjadi. Tandasnya.***

Pewarta : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *