VIRAL : Aksi Provokatif Pria Berbaju Hitam Ejek Demo Hari Tani Bengkulu Jadi Sorotan

FOTO : Tampak pada gambar seorang pria bertubuh gempal mengenakan baju hitam yang berdiri di tengah barisan pengamanan aparat kepolisian. Pria tersebut terekam kamera sedang menjulur-julurkan lidah, menyeringai, dan memberikan isyarat ejekan ke arah massa demonstran. Insiden ini terjadi saat unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (24/9/2026) petang.

Kini, sorotan publik sepenuhnya tertuju pada Polda Bengkulu, menanti sejauh mana institusi berlambang Bhayangkara ini berani menindak tegas tindakan provokasi di barisan mereka sendiri.

BENGKULU, beritadesa.com-Jagat maya dihebohkan oleh aksi provokatif seorang pria bertubuh gempal mengenakan baju hitam yang berdiri di tengah barisan pengamanan aparat kepolisian. Pria tersebut terekam kamera nekat ngejek massa aksi dengan cara melet-melet (menjulur-julurkankan lidah) seolah meremehkan keringat aspirasi yang sedang disuarakan. Insiden ini terjadi saat unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, pada Kamis (24/9/2026) petang.

Video berdurasi pendek tersebut langsung memicu kecaman luas dari warganet karena dinilai tidak terpuji, merusak profesionalisme pengamanan, serta mencederai hak warga negara yang sedang berjuang menyampaikan aspirasi.

Kini, sorotan publik sepenuhnya tertuju pada Polda Bengkulu, menanti sejauh mana institusi berlambang Bhayangkara ini berani menindak tegas tindakan provokasi di barisan mereka sendiri.

Kronologi Kejadian di Lapangan

Kejadian bermula, saat puluhan masyarakat, petani, dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu berkumpul untuk menyuarakan 8 tuntutan terkait sengketa agraria dan konflik lahan di Provinsi Bengkulu.

Situasi mulai memanas ketika pengunjuk rasa mencoba merangsek masuk ke halaman kantor gubernur menggunakan sebuah mobil pikap. Aparat kepolisian merespons dengan menyiagakan barikade hingga mengerahkan armada water cannon.

Di tengah ketegangan dan perlindungan barisan kepolisian, pria berbaju hitam tersebut justru tampil ke depan sambil berulang kali menjulur-julurkankan lidah (melet-melet) dan menyeringai ke arah massa aksi. Tindakan tersebut dinilai sengaja sebagai ejekan dan memancing emosi para demonstran yang sedang berjuang menyampaikan aspirasi / tuntutan.

Latar Belakang: Apa Saja 8 Tuntutan Utama Massa Aksi?

Dalam orasi yang disampaikan di depan Kantor Gubernur, Aliansi Rakyat Bersatu menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh berlarut-larutnya sengketa lahan di Bengkulu.

Perwakilan massa aksi, Harpandi, menyebutkan delapan poin krusial yang mereka bawa, antara meliputi:

  1. Selesaikan sengketa lahan secara konkret antara petani, masyarakat adat, dan korporasi.
  2. Tertibkan dan evaluasi HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan perkebunan kelapa sawit berskala besar.
  3. Hentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap petani yang memperjuangkan hak atas tanah mereka.
  4. Tolak tambang emas Bukit Sanggul demi menjaga ekosistem dan ruang hidup warga.
  5. Evaluasi kinerja GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) yang dinilai lambat dan sering lempar tanggung jawab.
  6. Stop izin eksploitasi lahan baru bagi korporasi swasta di wilayah pertanian produktif.
  7. Lindungi hak wilayah kelola bagi masyarakat adat dan lokal.
  8. Wujudkan reforma agraria sejati melalui distribusi lahan yang adil untuk kesejahteraan petani.

Mereka kecewa terhadap kinerja instansi terkait yang dinilai lambat dan sering kali saling lempar tanggung jawab dalam menangani ketimpangan penguasaan lahan

Gelombang Kritik dan Reaksi Warganet

Video yang diunggah ulang oleh berbagai akun informasi nasional seperti @inilah_com dan @indotoday langsung dibanjiri ribuan komentar negatif. Publik menyayangkan sikap sejumlah personel kepolisian di sekitar lokasi yang terkesan membiarkan aksi ejekan dan provokasi tersebut tanpa ada upaya menegur. Warganet mendesak agar identitas pria tersebut segera dibuka dan dijatuhi sanksi tegas.

Respons Polda Bengkulu

Menanggapi video yang telanjur viral, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu segera angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto membenarkan adanya gestur kurang pantas dari pria berbaju hitam yang berada di area pengamanan mereka.

“Pihak berwajib saat ini tengah melakukan pendalaman identitas serta memeriksa oknum yang bersangkutan guna mengetahui motif di balik tindakan tersebut.” Ujarnya. Jumat (25/9/2026).

Kepolisian berjanji akan melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap seluruh personel yang bertugas agar sikap tidak profesional serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Masyarakat diminta untuk menahan diri, tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar sebelum hasil investigasi internal dirilis secara resmi. (*)

Pewarta: Marwan

Editor: Safri Nawawi

Exit mobile version