NGANJUK, NusantaraPosOnline.Com-Satu bus pariwisata yang mengangkut rombongan Study Tour 40 siswa dan tiga guru SMPN 3 Mojosongo, Kabupaten Boyolali, mengalami kecelakaan maut di KM637+900 Tol Nganjuk-Madiun, tepatnya, Desa Banaran Wetan, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Jawa Timur. Rabu (18/10/2023) dini hari.
Akibat kejadian ini, satu orang kernet bus dilaporkan tewas, Sementara Supir Bus mengalami luka parah, dan enam siswa, satu guru sempat dilarikan ke satu rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun, bus pariwisata bernopol AB 7134 AS yang membawa rombongan tesebut mengalami kecelakaan maut, saat pulang dari rekreasi di Pulau Dewata, Bali.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.15 WIB dini hari. Saat melaju di Tol Nganjuk-Madiun, tepatnya di KM 637+900B, Antonius (41) sopir bus asal Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang kurang konsentrasi.
Bus yang dikemudikannya menabrak truk bermuatan tepung bernopol DK 8259 CR dari belakang. Karena kerasnya benturan, bagian depan bus ringsek. Kaca depan bus pecah. 40 penumpang yang terdiri dari murid dan guru kaget. Karena sebagian besar penumpang dalam kondisi tertidur karena kelelahan.
Mengetahui ada kecelakaan, petugas segera datang ke lokasi, dan melakukan evakuasi. Kernet bus bernama Ujang Sudinta Raharja (54) asal Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang mengalami luka parah.
Ujang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk. Sayang, nyawanya tidak tertolong.
Sedangkan, Antonius, sopir bus, beserta tiga penumpang yaitu Suyati, Pratama Agung, dan Sartono juga dilarikan ke RSD Nganjuk. Mereka mengalami luka-luka. Di RS, mereka mendapat perawatan intensif.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga kecelakaan tersebut karena sopir bus kehilangan konsentrasi. Sang sopir mengalami kelelahan saat mengemudi. Karena bus menempuh perjalanan panjang dari Bali.
“Diduga sopir bus mengantuk saat mengemudi,” Terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk Iptu Vica Heriani.
Untuk jenazah Ujang, sudah dibawa pulang ke rumah duka di Magelang. Sedangkan, sopir bus dirujuk ke RS Solo karena mengalami luka parah. Sementara tiga penumpang diizinkan pulang. “Hanya rawat jalan.” Terang Vica.
Ditempat terpisah Kepala SMPN 3 Mojosongo Sutanto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ada 202 siswa kelas VIII dan 12 guru pendamping yang terbagi dalam lima bus. Saat itu, dia menaiki bus pertama dan sudah berjalan di depan.
“Iya benar (terlibat lakalantas). Anak-anak saya selamat semua. Itu yang laka bus lima, sekira pukul 02.00 WIB. Yang luka guru satu, Pratama Agung, luka di dahi, memar. Benturan itu, soalnya duduk di depan sendiri. Anak-anak hanya memar-memar,” jelasnya, Rabu malam (18/10/2023).
Menurut Sutanto, ada enam siswa yang sempat mendapatkan perawatan di RS Ngawi. Namun, kondisi enam siswa dan guru tersebut sudah membaik.
Sehingga tidak perlu menjalani rawat inap dan bisa langsung kembali ke Boyolali. Rombongan bus lima itu tiba di sekolah sekira pukul 07.00 WIB.
“Iya, memang yang ada keluhan sakit akibat laka itu, begitu sampai Boyolali saya arahkan ke RS Hidayah, begitu,” terangnya.
Termasuk jika sampai di rumah siswa merasa badannya tidak sehat, maka diminta segera periksa ke rumah sakit. Pihak sekolah siap mengkaver biaya pengobatan.
Sutanto memastikan, bahwa tidak ada warga sekolahnya yang sampai menjalani rawat inap.
“Besuk kami akan koordinasi terkait kondisi kesehatan warga sekolah. Kami tindak lanjuti perkembangan anak. Allhamdulillah semalam tidak apa-apa, tapi kami akan tindak lanjuti lagi,” imbunya.***
Pewarta : Edy Sunaryo












