Kedua korban yakni Jhoni (40), warga Desa Tanjunggunung, meninggal di lokasi, dengan luka bakar serius, dan Slamet (50), warga Desa Kedungbetik, mengalami luka-luka, bahkan sempat pingsan.
JOMBANG, beritadesa.com-Dua orang buruh tani di Jombang Jawa timur, disambar petir saat sedang bekerja mengangkut hasil panen padi di area persawahan di Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu petang (28/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kedua korban yakni Jhoni (40), warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Jombang, meninggal dunia di lokasi, dengan luka bakar serius, dan Slamet (50), warga Dusun Tambakberjo, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben Jombang, mengalami luka-luka, bahkan sempat pingsan usai tersambar petir.
Sekretaris Desa Kedungbetik, Darto Wahab, kedua korban merupakan pekerja borongan yang tengah menuntaskan pemindahan sisa padi di lahan milik warga setempat bernama Sholikin.
Sebelum kejadian, para pekerja sempat berteduh karena hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Namun, saat hujan mulai sedikit mereda, mereka kembali ke tengah sawah untuk menyelesaikan pekerjaan mengakut padi.
“Awalnya mereka sempat berhenti karena hujan lebat. Begitu hujan agak reda, mereka melanjutkan mengangkat sisa padi yang tertinggal di sawah,” kata Darto.
Tak lama kemudian, tiba-tiba petir tiba-tiba menyambar lokasi tersebut dan mengenai dua pekerja yang sedang beraktivitas.
“Korban yang tersambar petir yakni Jhoni warga Desa Tanjunggunung, ia meninggal dunia di lokasi. Sedangkan yang satu lagi Slamet, warga Desa Kedungbetik, mengalami luka-luka, bahkan ia sempat pingsan usai tersambar petir. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Jombang dan kini dilaporkan telah sadar serta kondisinya mulai membaik.” Ungkapnya.
Ditempat terpisah Kapolsek Kesamben, AKP Niswan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi di area persawahan milik Sholikin (52) berlokasi di Dusun Ngemprak, Desa Desa Kedungbetik.
Kejadian bermula ketika korban bersama dengan 12 petani lainnya tengah bekerja memanen padi di sawah. Sekitar pukul 14.00 WIB, cuaca hujan deras memaksa para petani berteduh di rumah penduduk.
Setelah hujan reda sekitar pukul 14.45 WIB, mereka melanjutkan aktivitas mengangkut padi menuju mesin perontok yang terletak di pinggir jalan. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca kembali buruk dengan hujan lebat disertai kilatan petir.
Saat itu, petani sedang mengangkut padi, dan tiba-tiba Jhoni dan Slamet tersambar petir. Jhoni jatuh ke sawah dan meninggal dunia di tempat, sementara Slamet yang terluka dan segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.
Para teman korban dan warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berlarian menuju sawah untuk memberikan pertolongan, namun sayangnya, nyawa Jhoni tidak dapat diselamatkan.
Jenazah Jhoni telah diperiksa oleh petugas kepolisian dan tim medis di lokasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada bekas kekerasan pada Jasad korban. Artinya korban ini, murni meninggal akibat tersambar petir,” terang Kapolsek. (*)
Pewarta : Wahyu












