JAKARTA, beritadesa.com-Polisi akhirnya berhasil meringkus empat orang yang menjadi otak di balik penculikan disertai pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta (35 tahun) Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Penangkapan dilakukan di dua lokasi yang berbeda, yakni : Tiga pelaku berinisial DH, YJ, dan AA, lebih dulu ditangkap dalam sebuah operasi malam di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB.
Sedangkan satu pelaku lain, C, ditangkap tanpa perlawanan sehari kemudian di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB. Saat ini, keempatnya digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, sudah kami amankan empat terduga pelaku, Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.” Ujarnya, Minggu (24/8/2025).
Sebelumnya, korban Ilham diketahui diculik saat menghadiri pertemuan di Lotte Grosir Pasar Rebo, 20 Agustus 2025 lalu. Dari rekaman CCTV terlihat korban dipaksa masuk mobil oleh beberapa orang.
Sehari kemudian, jasadnya ditemukan di semak-semak wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kondisinya mengenaskan, tangan dan kaki terikat, mata tertutup lakban.
Kasus ini membuat geger karena disebut-sebut melibatkan kelompok debt collector. Polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga menjadi eksekutor utama.
Seperti apa kronologi penculikan dan pembunuhan ?
Rekaman CCTV yang menampilkan adegan penculikan di sebuah tempat parkir viral di media sosial.
Di situ terlihat korban yang belakangan diketahui Mohamad Ilham Pradipta sedang berjalan keluar dari sebuah bangunan menuju tempat parkir mobil.
Ia hendak menuju mobilnya yang berwarna hitam. Di sebelah kanan, terparkir mobil MPV berwarna putih.
Saat korban akan masuk ke dalam mobilnya, sejumlah orang keluar dari mobil putih tersebut dan langsung menyergapnya supaya masuk ke dalam kendaraan tersebut.
Terlihat sepintas terjadi perlawanan, tapi Mohamad Ilham Pradipta tak berdaya. Dia dipaksa masuk ke mobil yang kemudian melesat keluar dari tempat parkir.
Berdasarkan keterangan polisi, kejadian itu berlangsung pada Rabu (20/08/2025) sore di salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur.
Pada Kamis (21/08/2025) pagi, warga di Kampung Karangsambung, RT9/RW4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, menemukan sesosok mayat di pinggir hamparan sawah.
Jasad itu dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata terlilit lakban. Belakangan diketahui tubuh tak bernyawa itu adalah Mohamad Ilham Pradipta.
Tak lama, jenazah langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi sebagai rangkaian penyelidikan.
Siapa saja pelaku yang sudah ditangkap polisi ?
Petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur bersama Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara.
Dan, pada Kamis (21/08/2025) malam, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga penculik dan pembunuh kepala cabang Bank BRI Mohamad Ilham Pradipta.
Tiga terduga berinisial AT, RS, RAH dibekuk di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat.

“Sementara inisial RW ditangkap saat tiba di bandara NTT untuk melarikan diri ke kampung halamannya,” kata Kepala Sub Direktorat Reserse Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Resa Fiardi Marasabessy.
Oleh Mapolres Manggarai Barat, RW diboyong ke Jakarta dan diserahkan ke Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.
Resa Fiardi mengaku belum bisa membeberkan kronologi penangkapan dan motif keempat orang itu menculik korban. Polisi, klaimnya, masih mendalami dan mengejar keterlibatan pihak lain.
Namun begitu, belakangan polisi mengungkap salah satu terduga pelaku yang diringkus di NTT bekerja sebagai debt collector di Jakarta.
Penyelidikan kepolisian menguak peran dari empat orang itu hanya menculik, bukan membunuh korban.
“Empat pelaku yang sudah diamankan ini yang menculik, bukan yang membunuh korban,” ujar Resa Fiardi.
Terbaru, pada Minggu (24/08/2025), Polda Metro Jaya dilaporkan menangkap empat orang yang diduga sebagai otak pelaku atau “aktor intelektual” penculikan dan pembunuham kepala cabang Bank BRI tersebut. Keempatnya berinisial C, DH, YJ, dan AA. Mereka dibekuk di Solo, Jawa Tengah. Mereka masih diperiksa oleh penyidik untuk mengetahui secara terang benderang siapa saja yang terlibat serta motif kejahatan ini.
“Pelaku berinisial DH, YJ dan AA ditangkap pada Sabtu 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jawa Tengah,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, Abdul Rahim dalam keterangannya, Minggu (24/08/2025).
Sementara pelaku berinisial C ditangkap di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pukul 15.30 WIB pada Minggu 24 Agustus 2025. “Saat ini, para tersangka sedang dilakukan pendalaman secara intensif.”
Apa penyebab kematian korban ?
Hasil autopsi kepala cabang Bank BRI Mohamad Ilham Pradipta menunjukkan adanya bekas luka benda tumpul. Luka itu ditemukan pada bagian dada dan leher.
“Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban, luka-lukanya bagian dada dan leher akibat benda tumpul,” jelas Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, Jumat (22/08/2025).
Merujuk hasil visum dan autopsi tubuh korban, penyebab meninggalnya akibat kekurangan oksigen setelah adanya tekanan pada tulang leher dan dada.
Tapi, Prima berkata lamanya waktu korban meninggal belum bisa ditentukan.
“Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas.”
Dia juga belum bisa memastikan ada atau tidaknya racun di dalam tubuh korban. Pihak rumah sakit, sambungnya, masih memeriksa. Hasil pemeriksaan toksikologi akan keluar dalam sepekan.
Harapan Publik : Ungkap Dalang dan Motif
Tragedi ini mengejutkan masyarakat luas, terlebih dengan viralnya video penculikan korban.
Sejumlah pihak, termasuk internal perbankan, mendesak kepolisian untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi keji tersebut dan apa motif sesungguhnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian nasional, dan masyarakat menanti dengan harap-harap cemas hasil penyidikan yang transparan dan tuntas dari aparat kepolisian. (*)
Pewarta : Budi. W












