Kuliner bukan lagi sekadar pelengkap dalam perjalanan wisata, melainkan telah menjadi alasan utama seseorang datang dan kembali ke suatu kota.
SURABAYA, beritadesa.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menytakan bahwa Wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur kini tidak hanya terpikat oleh keindahan tempat wisatanya, tetapi juga oleh kekayaan kuliner khas yang menggoda selera.
Dikatakanya, kuliner bukan lagi sekadar pelengkap dalam perjalanan wisata, melainkan telah menjadi alasan utama seseorang datang dan kembali ke suatu kota.
“Tren wisata saat ini mengarah pada wisata gastronomi, yakni jenis wisata yang berfokus pada pengalaman kuliner khas suatu daerah, sekaligus mengenal sejarah, budaya, dan cara pembuatannya.” Ujarnya. Minggu (20/4/2025).
Aktivitas ini, ujarnya Khofifah, mencakup mencicipi makanan tradisional, mengunjungi pasar lokal, mengikuti kelas memasak, hingga mengikuti tur kuliner.
“Tren wisata saat ini mengarah ke wisata Gastronomi, jenis wisata yang berfokus pada pengalaman kuliner khas suatu daerah. Karena setiap daerah memiliki cerita yang unik yang tercermin dalam cita rasa khas kulinernya,” katanya.
Menurut Gubernur Jatim, wisata gastronomi di Jatim memiliki kekhasan yang sangat menonjol. Misalnya di Surabaya, ada rawon dan rujak cingur. Sementara Malang dikenal dengan bakso dan apel.
Ia menambahkan, kuliner khas dari Madura yang banyak digemari masyarakat adalah sate madura dan Bebek Sinjay. Sedangkan di Lamongan, wisatawan tentu tidak ingin melewatkan soto Lamongan dan pecel lele.
“Kuliner-kuliner tersebut sudah menjadi identitas bagi Jawa Timur. Setiap kali nama makanan itu disebut, otomatis nama kotanya ikut teringat,” imbuhnya.
Ia menandaskan, bahwa hal ini menjadi bukti bahwa kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang rasa memiliki.
“Lebih dari itu, kuliner menjadi pintu masuk pertama bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat karakter suatu daerah. Sudah saatnya kita menempatkan kuliner sejajar dengan elemen budaya lainnya.” Ungkapnya.
Kita perlu menjaga wisata gastronomi Jawa Timur, mengenalkannya, dan menjadikannya kebanggaan yang bisa dibawa ke panggung nasional, bahkan internasional. Pungkasnya. (*)
Pewarta : Riska












