Insiden berdarah di Desa Plosogeneng ini memicu keresahan massal di kalangan masyarakat Jombang. Netizen di media sosial juga ramai mengkritik aparat keamanan yang dinilai kecolongan. Sebab, pada malam yang sama, aksi konvoi anarkis serupa dilaporkan juga pecah di beberapa wilayah lain seperti di Kecamatan Gudo dan Kabuh.
JOMBANG, beritadesa.com-Aksi konvoi liar berujung anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum anggota perguruan silat menggoreskan luka mendalam bagi keluarga Heru Suprapto (42). Heru menjadi korban paling parah dari empat warga Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, yang diserang secara membabi buta oleh gerombolan pemotor bersenjata tajam, yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) tengah malam lalu.
Istri korban mengungkapkan bahwa suaminya dikeroyok menggunakan benda tumpul, helm, hingga senjata tajam saat gerombolan tersebut melintas di persimpangan desa setempat. Akibat luka robek hebat di kepala, Heru mengalami pendarahan di dalam tempurung kepala.
Tim dokter rumah sakit telah melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawa korban. Karena pendarahan yang sangat parah, dokter terpaksa mengambil tindakan medis dengan melepas sebagian tulang tempurung kepala Heru. Hingga saat ini, korban masih belum sadarkan diri di ruang perawatan intensif.
Pihak keluarga bersama perangkat desa setempat telah resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Jombang. Mereka meminta polisi bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini dan menyeret semua pelaku utama pengeroyokan ke jalur hukum.
“Kami minta keadilan. Suami saya tidak tahu apa-apa tapi jadi korban kebrutalan mereka sampai kondisinya kritis seperti ini. Polisi harus segera menangkap pelakunya agar tidak ada korban lagi,” ujar pihak keluarga dengan penuh isak tangis.
Insiden berdarah di Desa Plosogeneng ini memicu keresahan massal di kalangan masyarakat Jombang. Netizen di media sosial juga ramai mengkritik aparat keamanan yang dinilai kecolongan. Sebab, pada malam yang sama, aksi konvoi anarkis serupa dilaporkan juga pecah di beberapa wilayah lain seperti di Kecamatan Gudo dan Kabuh.
Masyarakat Jombang kini menunggu langkah tegas dan nyata dari Polres Jombang untuk memberantas aksi premanisme jalanan berseragam perguruan silat yang terus berulang dan meresahkan warga. (*)
Pewarta : Wahyu
