Hukrim  

KPK Geledah Kantor Wali Kota Semarang Terkait Dugaan Korupsi

FOTO : Ilustrasi penggeledahan oleh KPK.

SEMARANG, beritadesa.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (17/7/2024), telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah kota Semarang. Untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang sedang diusut penyidik.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan yakni kantor Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita.

Penggeledahan berlangsung selama 10 jam. Pantauan dilapngan, penyidik KPK datang ke lokasi pukul 09.00 WIB dan baru keluar dari gedung yang berada di Kompleks Balai Kota Semarang itu pukul 19.00 WIB. Bahkan rumah pribadi Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga ikut digeledah.

Penggeledahan ini, diduga terkait kasus dugaan korupsi atas pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Semarang tahun 2023-2024; dugaan pemerasan terhadap pegawai negeri atas insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah kota Semarang; serta dugaan penerimaan gratifikasi tahun 2023-2024.

Berdasar informasi, selain kantor dan rumah pribadi Wali Kota Semarang, KPK juga menggeledah empat lokasi lainya, diantaranya :

Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika

Rangkaian penggeledahan itu terus berlanjut. Tim penyidik melanjutkan penggeledahan di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang.

Dilansir Antara, Kamis (18/7), kantor Dinas Kominfo yang berlokasi di belakang kompleks Balai Kota Semarang ini mulai digeledah sekitar pukul 12.00 WIB. Penyidik KPK satu jam menggeledah ruangan tersebut.

Sejumlah pegawai di lokasi termasuk Kepala Dinas Kominfo Kota Semarang, Sunarto, digiring keluar oleh petugas KPK. Para pegawai itu lalu dibawa ke lantai 8 Balai Kota Semarang untuk dimintai keterangan.

Kantor Dinas Sosial dan Bappeda

KPK juga telah menggeledah kantor Dinas Sosial dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.

Penggeledahan gencar yang dilakukan KPK ini berkaitan dengan perkara korupsi yang terjadi di Pemkot Semarang. KPK mengatakan ada tiga kasus korupsi di Pemkot Semarang yang kini sedang diusut.

Ketiga kasus itu berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan jasa, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi. KPK juga sudah melakukan pencegahan ke luar negeri kepada empat orang terkait kasus tersebut.

“Larangan bepergian ke luar negeri untuk dan atas nama empat orang yaitu dua orang dari penyelenggara negara dan dua orang lainnya dari pihak swasta,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2024).

Penggeledahan Hari kedua Berlanjut ke Kantor PT Chimarder 777

Sejumlah petugas KPK mendatangi sebuah kantor perusahaan di Jalan Taman Siswa Semarang, Jawa Tengah.

Dilansir detikJateng, Kamis (18/7/2024), pantauan di lokasi terlihat dua mobil KPK datang sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka memasuki perkantoran yang berupa ruko bertingkat.

Dua mobil Toyota Innova hitam yang digunakan merupakan mobil yang sama dengan mobil yang digunakan saat menggeledah rumah pribadi Wali Kota Semarang Hevearita. Ada sekitar 10 orang yang keluar dari mobil tersebut.

Di bagian front office gedung tersebut, terdapat tulisan ‘PT Chimarder 777’ dengan ukuran yang cukup besar. Selain itu, ada tulisan 3 perusahaan lainnya, yaitu PT Bintang Rama Perdana, PT Chiko Karya Pratama, dan PT Rama Sukses Mandiri.

Seseorang yang berada di dalam gedung menyatakan bahwa ada pemeriksaan dari KPK yang dilakukan di lantai dua dan tiga gedung tersebut. “Datangnya baru saja, ini di lantai dua dan tiga,” ujar pria yang enggan menyebut namanya itu.

Kantor Disperkim

Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Diserkim) Kota Semarang juga menjadi tepat yang digeledah KPK.

Dilansir Antara, para penyidik KPK berjalan dari lantai delapan gedung Moch Ichsan didampingi pejabat terkait, menuju kantor Disperkim yang ada di kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (18/7/2024), sekitar pukul 13.45 WIB.

Kantor Disperkim menjadi lokasi keempat penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK pada hari kedua di lingkup Pemerintahan Kota Semarang.

Berdasar informasi ada tiga lokasi yang digeledah KPK. Terakhir lokasi yang digeledah adalah kantor PKK yang berada di Jalan Dr Soetomo, Semarang, Jawa Tengah.

KPK telah mencegah Ita berserta suaminya Alwin Basri keluar negeri. Selain Ita dan Alwin Basri, ada dua orang lain yang juga dicegah. Keduanya dari pihak swasta berinisial M dan RUD.

Belum ada pernyataan dari Ita dan suaminya terkait pencegahan ini.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menjelaskan tim penyidik sudah menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mencegah empat orang bepergian keluar negeri. (*)

Editor : BUDI. W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *