Longsor, Jalan Penghubung Lima Desa di Muara Enim Nyaris Putus

FOTO : Longsor di Muara Enim : Jalan Penghubung Lima Desa Nyaris Putus.

MUARA ENIM, beritadesa.com-Diterjang longsor menyebabkan Jalan penghubung lima desa Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim nyaris terputus.

Peristiwa ini terjadi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumtra Selatan. Jalan akses yang menhubungkan Desa Tanjung Agung, Cahaya Alam, Datar Lebar, dan Desa Pelakat, ambalas sehingga akses tersebut sulit dilalui kendaraan roda empat.

Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB menyebabkan jalan utama di Desa Tanjung Agung amblas ke jurang.

Dikatakanya badan jalan akses penghubung antar desa tersebut longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 7 meter yang berpotensi putus total. Kendati demikian tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun akibat bencana alam aktivitas masyarakat di beberapa desa meliputi Tanjung Agung, Cahaya Alam, Datar Lebar, dan Desa Pelakat menjadi terganggu.

“Setelah medapat laporan dari masyarakat pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan kaji cepat lintas sektor di titik lokasi longsor.” Ujarnya.

BPBD Muara Enim memasang rambu-rambu peringatan dini di lokasi longsor untuk mengedukasi masyarakat, terutama para pengendara agar lebih waspada saat melintas di jalur tersebut.

“Arus lalu lintas kendaraan, khususnya roda empat untuk sementara waktu hanya bisa dilewati satu arah dengan cara bergantian dan ekstra berhati-hati,” katanya.

Menurutnya, area longsor diperlukan upaya perbaikan permanen dengan segera oleh tim teknis dinas terkait untuk mengantisipasi bencana alam susulan yang dapat memutus akses jalan utama antar desa di wilayah setempat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Muara Enim untuk segera melakukan perbaikan pada jalan amblas agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar dia.

BPBD merekomendasikan agar perbaikan permanen segera dilakukan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada badan jalan.

“Selain itu, dua titik lain yang teridentifikasi berpotensi tinggi mengalami longsor akan diusulkan penanganannya melalui anggaran perubahan 2026 oleh Dinas PUPR,” pungkasnya.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius akses transportasi kembali aman dan normal aktivitas warga dapar berjalan lancar. (*)

Pewarta : Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *