Kehadiran jalan baru ini kini menjadi penunjang utama dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas harian warga setempat.
JOMBANG, beritadesa.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang sukses memaksimalkan serapan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Dana yang bersumber dari APBD Jombang Tahun Anggaran 2026 tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan berupa rabat beton di dua titik strategis.
Proyek infrastruktur desa ini dipastikan telah rampung 100 persen setelah mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 lalu. Kehadiran jalan baru ini kini menjadi penunjang utama dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas harian warga setempat.
Kepala Desa Podoroto, Adhim, mengatakan, bahwa pembangunan jalan rabat beton ini dibagi dalam dua titik pengerjaan dengan total anggaran mencapai Rp350 juta.
“Pada titik pertama, jalan dibangun dengan volume panjang 206 meter, lebar 4 meter, serta ketebalan 0,15 meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta. Sementara untuk titik kedua, pengerjaan mencakup volume panjang 154 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan 0,15 meter dengan serapan anggaran sebesar Rp150 juta.” Ujarnya. Selasa (29/9/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa.
“Sistem swakelola ini sengaja dipilih untuk memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja, sehingga dana stimulan dari pemerintah daerah ini juga berdampak langsung pada pendapatan masyarakat desa.” Ucapanya.
Ia menegaskan bahwa untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan proyek infrastruktur ini merupakan murni tindak lanjut dari aspirasi bawah atau aspirasi masyarakat.
“Pembangunan jalan rabat beton di dua titik ini merupakan hasil keputusan bersama melalui Musyawarah Desa (Musdes). Kami Pemdes berkomitmen untuk memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan mendasar warga. Tujuan utama dari peningkatan kualitas jalan lingkungan ini adalah untuk memperlancar mobilitas warga dan mempermudah akses transportasi, yang pada akhirnya akan mendongkrak roda perekonomian di Desa Podoroto,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adhim berharap agar infrastruktur yang telah selesai dibangun ini bisa dijaga dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, dengan adanya jalan yang lebih layak dan kokoh ini, aktivitas sosial dan ekonomi warga tidak lagi terkendala masalah infrastruktur becek atau rusak. Kami juga mengimbau warga untuk bersama-sama merawat jalan ini agar masa pakainya lama,” imbuhnya.
Rampungnya proyek ini disambut antusias oleh warga sekitar yang kini tidak lagi harus melewati jalanan rusak saat beraktivitas. Siswanto, salah seorang warga Desa Podoroto, mengaku sangat senang dan bersyukur atas perubahan kondisi jalan di lingkungannya yang kini menjadi jauh lebih baik dan bersih.
“Tentu kami sebagai warga merasa sangat senang dan bangga melihat jalan lingkungan kami sekarang sudah dicor rabat beton dengan rapi. Dulu sebelum dibangun mobilitas agak terhambat, tapi sekarang aktivitas sehari-hari jadi jauh lebih mudah, aman, dan nyaman. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Desa Podoroto dan Pemerintah Kabupaten Jombang yang sudah merealisasikan pembangunan ini,” ungkap Siswanto penuh syukur.
Dengan tuntasnya proyek swakelola ini, Pemdes Podoroto membuktikan transparansi dan efektivitas pengelolaan dana BKK demi terwujudnya pemerataan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa. (*)
Pewarta: Wahyu
