JOMBANG, beritadesa.com-Aksi nekat dilakukan oleh seorang perangkat desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Korban yang diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, bernama Dimas Sunarto (28) atau DS, dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri bersama sepeda motornya ke Sungai Brantas.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) petang, sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, korban saat itu tengah menyeberangi sungai menggunakan perahu tambangan dari sisi Kepuhdoko menuju Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso.
Namun, baru berjalan sekitar seperempat lintasan sungai, Dimas secara tiba-tiba melompat ke dalam air bersama sepeda motor Honda Mega Pro miliknya. Operator perahu dan penumpang lain sempat berusaha menolong dengan melemparkan ban pelampung dan rompi, namun korban diduga menyingkirkan alat penyelamat tersebut hingga akhirnya terseret arus. Di kalangan warga, muncul dugaan kuat bahwa aksi nekat ini dipicu oleh masalah pribadi terkait hubungan cinta yang tidak mendapat restu.
Hingga Senin (17/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, petugas gabungan dari BPBD Jombang beserta relawan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas karena korban belum juga ditemukan.
Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, membenarkan jika pria yang melompat ke sungai tersebut adalah salah satu jajarannya di pemerintahan desa tersebut. Kendati demikian, pihak desa mengaku terkejut karena selama ini korban dikenal baik dan tidak menunjukkan gelagat aneh.
“Memang benar, yang menceburkan diri itu perangkat desa kami. Di Pemdes Gedongombo, dia menjabat sebagai Kasi Kesra,” kata Lasiman saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).
Kendati demikian, Lasiman mengaku bahwa pihak desa tidak mengetahui secara pasti motif di balik tindakan nekat tersebut. Pihaknya kini menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada petugas yang berwenang.
“Sampai pukul 15.30 WIB ini yang bersangkutan masih belum ditemukan. Petugas gabungan masih melakukan pencarian di lokasi. Kami berharap proses pencarian ini bisa segera membuahkan hasil dan korban bisa secepatnya ditemukan,” pungkas Lasiman. (*)
Pewarta : Wahyu












