JOMBANG, beritadesa.com-Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turun langsung mengecek kesiapan fasilitas menjelang perhelatan Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.
Didampingi Ketua Panitia Lokal, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), Gus Ipul meninjau sejumlah lokasi krusial, termasuk kompleks Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas, Jombang. Dalam inspeksi tersebut, Gus Ipul bahkan ikut menata tempat tidur, merapikan kasur, dan memasang sarung bantal yang akan digunakan oleh para jemaah muktamirin.
Gus Ipul menjelaskan bahwa persiapan infrastruktur utama di lokasi acara menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Kesiapan teknis fisik tempat pelaksanaan secara keseluruhan saat ini dilaporkan telah berada di kisaran 50 persen lebih.
Fasilitas Penginapan : Kasur peserta sudah mulai didistribusikan masuk ke ruang-ruang kelas kampus.
Kenyamanan Ruangan : Pendingin udara (AC) telah sukses terpasang di sekitar 250 hingga 300 ruangan.
Sanitasi: Infrastruktur penunjang krusial mencakup kesiapan pembangunan 150 toilet baru.
Panitia menargetkan seluruh kesiapan fisik ini dapat melampaui 90 persen pada 20 Agustus 2026, atau tepat satu minggu sebelum acara resmi dibuka.
Selain mematangkan persiapan fisik di lapangan, PBNU juga mempercepat pemutakhiran data administrasi organisasi. Proses verifikasi Daftar Peserta Sementara (DPS) saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen.
Lebih dari 525 kepengurusan cabang dan wilayah tercatat sudah masuk ke dalam basis data. PBNU menegaskan komitmennya untuk mempermudah dan memfasilitasi penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi kepengurusan daerah yang sah agar hak suara mereka tidak hilang saat muktamar.
Seusai meninjau lokasi, Gus Ipul memimpin apel dan rapat koordinasi bersama jajaran panitia lokal di Tower 5 UNWAHA. Ia mengingatkan seluruh panitia bahwa Muktamar ke-35 NU memiliki makna historis yang sangat mendalam karena digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Pesantren ini merupakan tempat yang terikat kuat dengan sejarah perjuangan para ulama pendiri (muassis) NU.
“Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari Muktamar ini mendapatkan keberkahan,” tutur Gus Ipul memotivasi panitia.
Presiden RI Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir secara langsung untuk membuka muktamar ini pada tanggal 27 Agustus 2026 di Jombang. Karena volume pergerakan massa yang diperkirakan mencapai 6.000 peserta resmi beserta ribuan penggembira, PBNU memohon maaf kepada masyarakat Jombang atas potensi kepadatan lalu lintas selama agenda ini berlangsung. (*)
Pewarta : Wahyu












