Si Jago Merah Mengamuk di SMPN 2 Perak Jombang Saat Dini Hari, Ruang BK dan Perpustakaan Rusak Berat

FOTO: Insiden kebakaran hebat melanda SMP Negeri 2 Perak, di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari (26/9/2026).

JOMBANG, beritadesa.com-Insiden kebakaran hebat melanda SMP Negeri 2 Perak, di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari (26/9/2026). Peristiwa yang terjadi saat kondisi sekolah sedang kosong ini menghanguskan ruang Bimbingan Konseling (BK) dan ruang perpustakaan sekolah.

Selain menghanguskan dua ruangan tersebut, si jago merah meludeskan banyak material sekolah yang mudah terbakar, termasuk rak, ribuan buku koleksi, komputer, televisi, hingga kipas angin.

Anggota Damkar Kabupaten Jombang Andrik Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan warga, kobaran api pertama kali diketahui muncul menjelang tengah malam dan terus membesar hingga Sabtu dini hari.

Api dengan cepat merembet lantaran bangunan blok ruang BK dan perpustakaan tersebut saling bersebelahan dan menyimpan banyak material yang mudah terbakar.

“Titik api mulai diketahui oleh warga sekitar, pada Jumat malam sekitar pukul 21.50 hingga 22.35 WIB. Petugas Damkar Jombang yang menerima laporan segera menerjunkan 3 unit armada (1 unit pompa pumper dan 2 truk suplai air) ke lokasi kejadian. Petugas bergegas melakukan lokalisasi api agar tidak meluas ke ruang kelas lainnya.” Ujarnya.

Proses pemadaman dan pembasahan berlangsung intensif hingga kondisi benar-benar dinyatakan padam sepenuhnya Sabtu dini hari.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik pada jaringan kabel di bagian atap ruang BK. Akibat insiden ini, sejumlah fasilitas pendidikan penting seperti ribuan buku pelajaran, rak, perangkat komputer, televisi, hingga perlengkapan administrasi sekolah ludes terbakar.” Terang Andrik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, kerugian materiil yang dialami pihak sekolah akibat kerusakan bangunan dan fasilitas pendidikan tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. (*)

Pewarta: Riska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *