Sopir Truk Asal Muara Enim Ditemukan Tewas Saat Antre Solar di SPBU Ogan Ilir

FOTO : Proses evakuasi jasad sopir truk di SPBU Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/9/2026) petang. (Foto : dok polres ogan ilir).

Diduga kuat, korban mengembuskan napas terakhir akibat kelelahan ekstrem yang memicu kambuhnya riwayat penyakit menahun.

OGAN ILIR, beritadesa.com-Nasib nahas menimpa seorang sopir truk bernama Danar Nurhuda (26), warga Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Ia ditemukan meninggal dunia saat sedang mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU KM 24, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/9/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga kuat, korban mengembuskan napas terakhir akibat kelelahan ekstrem yang memicu kambuhnya riwayat penyakit menahun.

Kapolres Ogan Ilir melalui Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Mansyur, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, korban awalnya turun dari truknya untuk menanyakan mekanisme sistem pembayaran solar kepada petugas operator SPBU.

“Korban sempat bertanya apakah pengisian biosolar harus menggunakan aplikasi MyPertamina atau bisa dilakukan secara tunai,” ujar Iptu Mansyur saat memberikan keterangan kepada awak media.

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas SPBU, korban kemudian berjalan kembali ke arah truknya. Namun, di tengah jalan korban sempat mampir ke sebuah warung di area sekitar SPBU karena kondisi tubuhnya mendadak drop.

“Beberapa saksi mata di lokasi melihat korban tiba-tiba mengalami mimisan, tubuhnya oleng, dan langsung lemas. Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan sesama sopir truk yang berada di lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan pertama.” Terang Mansyur.

Korban kemudian dievakuasi ke sebuah pondok terdekat di area SPBU, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

“Diduga kuat, korban mengembuskan napas terakhirnya akibat kelelahan ekstrem (fatigue) yang memicu penurunan kondisi fisik secara mendadak di tengah antrean panjang kendaraan yang mengular di SPBU tersebut.” Katanya.

Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum Danar meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kepolisian dari keluarga, Danar diketahui memiliki riwayat penyakit menahun. Mansyur mengatakan, riwayat penyakit tersebut diduga berkaitan dengan kematian Danar.

“Sakit menahun itulah yang diduga menjadi penyebab kematian almarhum. Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya,” ucap Mansyur.

Saat ini, jenazah korban telah ditangani untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Muara Enim guna proses pemakaman.

Sementara itu pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Danar Nurhuda.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi juga mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan awal terhadap kondisi operasional SPBU pada saat kejadian.

Berdasarkan hasil pengecekan, pelayanan bio solar tetap berlangsung dan stok pun tersedia. Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pengaturan antrean kendaraan berjalan tertib serta pelayanan kepada konsumen dapat berlangsung dengan baik.

“Pertamina terus melakukan monitoring terhadap kondisi operasional dan ketersediaan stok BBM di SPBU, serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pelayanan dan pengaturan antrean berjalan tertib. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Rusminto, kepada wartawan. Sabtu (19/8/2026). (*)

Pewarta : Marwan

Editor : Safri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *