Kenaikan terjadi pada seluruh BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi tetap. Kebijakan ini berlaku di SPBU Pertamina dan diumumkan secara resmi pada awal Maret 2026.
Jakarta, beritadesa.com-PT Pertamina (Persero) resmi menaikan (menyesuaikan) harga bahan bakar minyak (BBM) per Rabu, 4 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Kenaikan harga ini, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kenaikan terjadi pada seluruh BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series, sementara BBM subsidi tetap. Kebijakan ini berlaku di SPBU Pertamina dan diumumkan secara resmi pada awal Maret 2026.
Kenaikan harga ini mengikuti formula harga dasar yang diatur pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam keputusan tersebut, harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar dihitung berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800. Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Sementara itu, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi tetap Rp 6.800 per liter.
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax dibanderol Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.350 per liter. Dexlite dijual Rp14.500 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 dan Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.650 per liter. Dexlite dijual Rp14.800 dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter. Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan harga.
Khusus wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam, harga BBM lebih rendah dibanding wilayah lainnya. Di FTZ Sabang, Pertamax Rp11.550 per liter dan Dexlite Rp13.250 per liter. Sedangkan di FTZ Batam, Pertamax Rp11.750 dan Pertamax Turbo Rp12.400 per liter.
Di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax Rp12.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.100 per liter. Dexlite dijual Rp14.200 dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Harga Pertalite dan Solar tetap sesuai ketetapan subsidi nasional.
Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua juga mengalami penyesuaian harga serupa, dengan rata-rata Pertamax berada di kisaran Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter tergantung provinsi. Dexlite berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.800 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp15.100 per liter di beberapa wilayah.
Secara umum, kenaikan hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi. Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia.
Penyesuaian harga ini menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan distribusi barang. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari Pertamina terkait perubahan harga di masing-masing daerah.
Berikut Ini Daftar Harga BBM (Maret 2026 – Updete Terbaru)
- Pertalite (Subsidi) Rp 10.000 / Liter
- Biosolar (Subsidi) Rp 6.800 / Liter
- Pertamax (RON 92) Rp 12.300 / Liter
- Pertamax Green (RON 95) Rp 12.900 / Liter
- Pertamax Turbo (RON 98) Rp 13.100 / Liter
- Dexlite (Diesel CN51) Rp 14.200 / Liter
- Pertamina Dex (Diesel CN53) Rp 14.500 / Liter
- Shell Super (RON 92) Rp 12.390 / Liter
- Shell V-Power (RON 95) Rp 12.500 / Liter
- Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp 12.720 / Liter
- Shell V-Power Diesel Rp 14.620 / Liter
- BP 92 (RON 92) Rp 12.390 / Liter
- BP Ultimate (RON 95) Rp 12.500 / Liter
- BP Ultimate Diesel Rp 14.620 / Liter
- Vivo Revvo 92 (RON 92) Rp 12.390 / Liter
- Vivo Revvo 95 (RON 95) Rp 12.930 / Liter
- Vivo Diesel Primus Plus Rp 14.610 / Liter
Sumber: gabungan data harga BBM dari SPBU besar seperti Pertamina, Shell, BP-AKR maupun Vivo yang berlaku per awal Maret 2026.
Catatan :
- Harga di atas adalah harga rata-rata di wilayah Jabodetabek dan Jawa; daerah lain bisa sedikit berbeda tergantung biaya distribusi dan pajak daerah.
- BBM subsidi tetap stabil (Pertalite & Biosolar) sementara non-subsidi mengalami penyesuaian harga naik sejak 1 Maret 2026. (*)












