Harga Beras Masih Mahal, Bulog Kediri Hentikan Pembelian Di Petani

FOTO : Ilustrasi petani panen padi.

KEDIRI, beritadesa.comKetersediaan beras dan sembako lainya hingga akhir tahun dipastikan aman dan mencukupi. Beras yang ada hingga akhir tahun ini total 8000 ton dengan rincian 6000 ton yang sudah ada dan bulan berikutnya ada 2000 ton.

Beras yang disiapkan Bulog ini untuk kesiapan stok beras di wilayah Kabupaten/Kota Kediri dan Nganjuk.

Ditemui usai pantauan stok sembako dan harga di pasar dan penggilingan padi di Mojo, Estu Rahmatingtyas Wakil Pimpinan Perum Bulog Kediri menjelaskan beras yang disiapkan ini kualitas premium.

Pantauan yang dilakukan juga untuk mengetahui harga beras di pasar secara umum apakah ada kenaikan atau tidak.

“Jika sesuai stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) harga beras Rp 10.900 per kilogram dan harga di pasar capai 13.000 per kilogram.” katanya.

“Karenanya ini Bulog bersama satgas pangan berusaha pantau harga dan perkembangan harga di tingkat produsen dan konsumen,” lanjutnya.

Estu menambahkan Bulog saat ini tidak melakukan penyerapan gabah ke petani dengan alasan harga sudah tinggi.

Bulog menjaga konsumen dengan maksud warga bisa membeli beras lebih murah. Tapi yang penting kata Estu kebutuhan beras akhir tahun tercukupi.

” Saat ini Bulog salurkan beras 1.120.000 ton ke 1222 Keluarga Penerima manfaat (KPM)di Kabupaten Kediri. Penerimaan beras mestinya Oktober namun penyaluran dilakukan September. Warga mendapat beras 10 kilogram per KK mulai September- Oktober dan Nopember,” ujarnya. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *