Kebakaran Rumah di Kertajaya Surabaya, Dua Lansia Tewas Terpanggang

Api berkobar membakar rumah di Jalan Kertajaya Indah Timur, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa timur. Selasa (14/11/2023).

SURABAYA, beritadesa.com-Kebakaran rumah terjadi di Jalan Kertajaya Indah Timur, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa timur. Selasa (14/11/2023).

Dalam kejadian ini, menewaskan dua penghuni rumah berusia lanjut  (Lansia) usai terjebak kobaran api. Keduanya bernama Fenda Sinjaya, perempuan berusia 60 tahun dan Fitchuri Sinjaya, laki-laki berusia 57 tahun.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Sugeng Rianto mengatakan, peristiwa kebakaran rumah tesebut diketahui warga sekitar sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi. Warga sekitar sudah melihat kobaran api membakar hampir keseluruhan rumah.  Selanjutnya, mereka lantas menghubungi Command Center 112 untuk meminta bantuan.

“Untuk memadamkan api, petugas menerjunkan 14 unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran, pada pukul 04.34 WIB. Selanjutnya melakukan penyisiran di sekitaran lokasi dan menemukan dua orang korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan (meninggal dunia),” Terang Sugeng. Selasa (14/11/2023).

Menurut Sugeng, jasad korban ditemukan hangus terbakar di dalam kamar depan dan kamar belakang. Keduanya merupakan kakak beradik yang tinggal berdua di dalam rumah tersebut.

“Menurut keterangan warga sekitar, kedua korban, diduga mengalami gangguan mental sehingga jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.” Terangnya.

Ia menambahkan, kondisi rumah yang dijadikan tempat tinggal keduanya sebelum terbakar kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak semak belukar tumbuh di halaman rumah. Meski begitu, rumah diketahui masih teraliri listrik.

“Saat ini, kedua jasad korban sudah dibawa ke RSUD dr Soetomo dengan didampingi pihak keluarga.” Imbuh Kompol Sugeng Rianto.

Sementara itu, Dedik Irianto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengatakan, penghuninya rumah tesebut dua orang lansia tak diketahui identitasnya. Satu orang perempuan usia 60 tahun diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan adiknya laki-laki 57 tahun.

“Mereka tinggal di rumah besar satu lantai berukuran 15 x 30 meter. Awalnya itu rumah mewah dan tidak terurus jadi banyak tanaman liar tidak terurus. Sebenarnya warga sering menawarkan bantuan, tapi ditolak terus. Buktinya waktu (petugas) ketemu Bu RT, tidak punya data. Mereka tertutup tiap didatangi orang,” Kata Dedik saat ditemui, kepada wartawan di TKP. Selasa (14/11/2023).

Menurut keterangan warga, lanjutnya, dua korban tertutup dan tak mau didata. Sehingga kejadian kebakaran tadi pagi pun diketahui tetangga setelah api membesar.

“Jadi ada laporan masuk pukul 04.11 WIB, 04.12 WIB teman-teman (petugas damkar) berangkat, 04.16 WIB sampai di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK). Tapi api sudah besar, atap ambruk. Teman-teman pemadaman, pukul 04.34 WIB api pokok padam (APP), pembasahan baru ketahuan ada dua korban. Di ruang tengah itu hampir tidak ada elektronik. Kosong hanya ada kasur pasien itu,” jelasnya.

Sehingga petugas baru mengetahui keberadaan dua korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Yang melaporkan kejadian kebakaran, adalah tetangga korban. Namun kondisi api sudah besar subuh. Kita datang langsung fokus pemadaman api, belum ada info ada orang atau tidak. Begitu pembasahan, baru diketahui ada orang,” terangnya.

Melihat hampir tidak adanya barang elektronik di dalam rumah, Dedik menduga kebakaran dipicu korsleting instalasi listrik. “Kemungkinan korslet instalasi. Karena atap habis duluan, ambruk,” Pungkasnya.***

Pewarta : AGUS W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *