Catata : Artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika anda atau seseorang yang Anda kenal merasakan gejala depresi sedang mengalami masa sulit, tekanan ekonomi, dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Ingat Bunu hdiri Bukan Solusi !
MUARA ENIM, beritadesa.com-Warga di kawasan Jalan Lintas Prabumulih-Muara Enim digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tewas tergantung di sebuah pohon pada Selasa (22/9/2026) pagi. Lokasi kejadian tepat berada di depan Kantor Imigrasi / GOR Pancasila, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.
Saat pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas sekitar pukul 07.30 WIB, kondisi korban terbilang tragis. Korban ditemukan masih mengenakan helm berwarna putih, berjaket hitam, dan celana jeans. Tubuhnya tergantung pada seutas tali plastik dan kain sarung yang terikat ke dahan pohon.
Berdasarkan identifikasi pihak kepolisian, korban diketahui bernama Sagino (43), seorang warga Pelitasari, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim. Sehari-hari, almarhum dikenal akrab oleh warga sekitar sebagai pedagang makanan tradisional jenis model dan tekwan yang biasa mangkal di depan SMP Negeri 2 Muara Enim.
Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai penemuan mayat tersebut.
“Mendapat laporan dari warga, Tim SPKT bersama Satreskrim Polres Muara Enim langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD HM Rabain Muara Enim untuk menjalani visum luar.” Ujarnya.
Ia menjelaskan, brdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, dokter menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Barang-barang berharga milik korban, termasuk ponsel dan dompet berisi identitas diri, juga ditemukan masih utuh di lokasi kejadian.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada petugas, Sagino sempat pamit meninggalkan rumah sejak Senin (21/9/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan sepeda motor.” Kata Situmorang.
Ia menambahkan, pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa belakangan ini korban diduga sedang menghadapi tekanan mental akibat masalah ekonomi, termasuk kebutuhan modal usaha dan tanggungan cicilan koperasi.
“Atas kejadian ini pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan proses autopsi lebih lanjut.” Katanya.
Setelah proses administrasi di rumah sakit selesai, jenazah Sagino langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layak. Imbuhnya. ***
Pewarta: JUNSRI
