Sidak Dipasar Muara Enim, BBPOM Temukan Tahu dan Mie Berformalin

FOTO : Sidak Dipasar Muara Enim, BBPOM Temukan Tahu dan Mie Berformalin.

MUARA ENIM, beritadesa.com-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Sumtra Selatan menemukan sejumlah pedagang menjual tahu putih dan mie kuning yang mengandung formalin, dalam inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Inpres Kabupaten Muara Enim.

Ketua Tim Kerja Fungsi Pemeriksaan BBPOM di Palembang Aquirina Leonora, mengtakan, pihaknya melakukan sampling dan pengujian rapid test terhadap 22 sampel.

“Dari 22 sampel ini ternyata ditemukan 9 sampel terdiri dari 7 tahu dan 2 mie yang tidak memenuhi syarat terdapat kandungan formalin,” Ungkap Nora.

Dikatakannya atas temuan tersebut, pihaknya melakukan tindakan persuasif kepada pedagang dengan menyita bahan pangan berbahaya tersebut untuk dimusnahkan.

“Karena tujuan Sidak tersebut, tujuannya untuk melindungi kesehatan masyarakat,” katanya.

Nora menandaskan bahwa tindakan tegas juga akan dilakukan kepada produsen tahu dan mie basah yang menggunakan formalin.

“Kita akan kerja sama dengan lintas sektor terkait, bisa kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perdagangan untuk menelusuri produsennya,” tandasnya.

Nora mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.

“Jadi kalau produk seperti tahu dan mie basah ini kalau disimpan lebih dari 3 hari di suhu ruang dan ternyata masih tahan, ada risiko menggunakan bahan berbahaya,” bebernya.

Nora memberikan tips bagi masyarakat awam, bahwa umumnya produk seperti tahu putih dan mie basah jika disimpan lebih dari 3 hari di suhu ruang bisa berisiko basi, asam dan berlendir.

“Kalau masih awet berarti ada tambahan menggunakan bahan-bahan tertentu di dalamnya, untuk membuktikannya dengan uji di laboratorium,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang tahu, Misnawati (46), warga Muara Enim, menyampaikan bahwa dirinya sudah lebih kurang 2 tahun berjualan tahu.

“Kita mengambil tahu dari Transosial dari jam 3 pagi untuk dijual di pasar,” ujar Misna. 

Misna mengatakan bahwa, dirinya sudah pernah mengingatkan produsen agar tidak menggunakan formalin dalam tahu.

“Tapi pembeli yang langganan juga tidak mau beli tahu yang tidak pakai formalin, meski sudah dikasih tahu yang lebih bagus,” katanya.

Misna berharap bisa ada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya bahan pangan yang mengandung formalin.

“Kita sebagai pedagang juga cuma bisa mengingatkan, tapi pembeli maunya tahu yang lebih awet,” pungkasnya. (*)

Editor : Junsri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *