Tiga Bangunan Roboh Dampak Pemasangan Box Culvert Proyek DSDABM Kota Surabaya

Bangunan ambruk di Jalan Kapasari Surabaya berisi barang-barang dagangaan berupa onderdil sepeda motor. Selasa (5/9/2023).

SURABAYA, beritadesa.com-Dampak dari proyek saluran air Box Culvert milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sungguh dirasakan oleh warga sekitar, misalnya sebanyak 3 bangunan toko di kawasan Jalan Kapasari 63 A, B, dan C kota Surabaya ambruk.

Kejadian ini terjadi pada Senin (4/9/2023) malam. Saat pengerjaan proyek pemasangan Box Culvert.

“Awal mulanya bangunan ambruk. Mulai geter-geter (getaran) jam 10 (pukul 22.00 WIB) malam. Di dalam, posisi saya kerja ngintip dari pintu dalam posisi bego (alat berat) ada di depan pintu. Lumayan lama,” Kata salah satu pemilik bangunan, Naimah. Selasa (5/9/2023).

Usai merasakan getaran akibat alat berat bego yang beroperasi, membuat bangunan toko miliknya ambruk, hingga beberapa barang menimpa dirinya.

“Tiba-tiba langsung ambruk. Kepala saya ketindihan salon (sound). Posisi kamar saya ada seng, jadi kayu besar masuk, patah. Ukuran kamar saya 2 x 2,5 meter,” kata Naimah.

Mayoritas, barang dagangan onderdil sepeda motor bekas dan baru yang masih utuh. Sebagian lainnya ikut hancur akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Namun beruntung, saat kejadia Naimah dan suaminya, yang ada di dalam bangunan belum tidur. Sehingga dia dan suaminya lolos dari maut, saat kejadian langsung menyelamatkan diri dengan merangkak keluar.

“Kesusahan keluar merangkak dari kayu, gak bisa tidur. Toko sebelah kosong. Saya gak apa-apa (tidak luka) cuma benjol di kepala. Suami (Solikin) gak apa-apa,” Ujarnya.

Naimah kini bersama dengan tujuh anggota keluarga lainnya terpaksa harus mengungsi sementara di rumah saudara. Semua barang-barang jualan sampai ketiga tokonya tersebut bisa ditempati lagi.

“Kami tinggal dibangunan ini sudah sekitar 16 tahun. Cuma saya, suami, sama anak. Kalau yang lain punya rumah jadi pulang.” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kejadian ini, Febri selaku perwakilan kontraktor pelaksana proyek box culvert, membantah ada alat berat yang menyentuh atap atau bagian bangunan Naimah.

“Saya di lokasi tadi malam. Gak ada nyentuh bego (alat berat) ke bangunan atau atap. Mungkin (ambruk karena) kena getarannya. Karena bawah bangunan gak ada pondasi, cuma bata langsung. Pengerjaan mulai depan rumah yang belum ditutup (box culvert),” jelasnya.

Terpisah Laksita Rini Sevriani Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengaku baru menerima laporan pagi tadi.

“Tadi terima laporan jam tujuh pagi. Itu kejadian tadi malam. Kurang lebih pukul 00.00 WIB. Kita tindaklanjuti koordinasi dengan lurah, camat, dan DSDABM,” jelas Rini.

Langkah selanjutnya, kata dia, akan digelar mediasi antara Pemkot Surabaya, pihak kontraktor, dan para pemilik bangunan yang masih satu keluarga itu di Kantor Kelurahan Kapasari pukul 13.00 WIB.

“Kalau teman-teman BPBD membantu pembersihan nanti. Sementara kita tutup dulu lokasinya takutnya masyarakat nanti banyak yang masuk jadi ditutup pakai terpal. Nanti setelah listrik padam, kemudian dari DSDABM mediasinya seperti apa, kita akan pembersihan. Baru pemilik toko bisa ambil barang-barang, kita bantu,” tandasnya.

Tanggapan DSDABM Pemkot Surabaya

Terkait kejadian ini, DSDABM Kota Surabaya memastikan korban rumah ambruk akan mendapatkan kompensasi ganti rugi dengan membangun kembali rumah akan mendapatkan kompensasi ganti rugi dengan membangun kembali rumah.

”Tadi malam (4/9/2023), telah dilakukan galian terlalu mepet dengan rumah warga. Karena di sebelah jalan samping ada utilitas PLN tekanan tinggi dan PDAM Surya Sembada. Kami tidak mungkin mepet dengan utilitas tersebut,” Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya Anang Budi Santoso.

Dia menyebutkan, jika sesuai perencanaan jarak 50 sentimeter, karena utilitas 30 sentimeter merapat ke rumah warga. ”Kebetulan di rumah warga itu tengah-tengah fondasinya longsor, kurang kuat, turun. Tidak ada fondasi cuma bata,” Imbuh Aang.

Seperti diketahui dari laman data LPSE Kota Surabaya, paket pekerjaan yang dikerjakan sepanjang lokasi ambruknya toko tersebut yakni Pembangunan Pedestrian dengan Saluran (Lebar Pedestrian > 3 m) (JL. GEMBONG NGAGLIK , JL. GEMBONG NGAGLIK ) dengan nilai Pagu Rp. 17.497.972.773,00 dan HPS, Rp. 17.496.568.000,00 serta harga penawaran yang dimenangkan rekanan kontraktor pelaksananya PT DIATASA JAYA MANDIRI atas lelang tender dengan nilai UMK 14.875.379.896,02. (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *