PALI, beritadesa.com-Seorang pemuda Isar Saputra (27 tahun) warga Dusun I Desa Mangkunegara. Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) Sumatera Selatan, ditangkap jajaran Polsek Penukal Abab.
Dia ditangkap, lantaran diduga mencuri dua ekor hewan ternak yakni sapi milik Anwar Junaidi (57 tahun) warga Desa Mangkunegara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Pali.
Kapolsek Penukal Abab AKP Ardiansyah, membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan penangkapan ini terhadap Isar Saputra, berdasarkan laporan polisi yang diajukan pada 3 Oktober 2024 lalu, kasus ini berawal dari hilangnya dua ekor sapi milik Anwar Junaidi, warga Desa Mangkunegara.
“Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu, 25 September 2024 lalu, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Anwar baru pulang dari Pendopo dan, seperti biasa, melepaskan sapinya di kebun. Namun, saat hendak mengecek, sapinya sudah tidak ada.” Kata AKP Ardiansyah. Jum’at (04/10/2024).
Setelah berhari-hari mencarinya di sekitar desa, Anwar akhirnya menyadari bahwa dua ekor sapi miliknya telah hilang dicuri orang. Selanjutnya pada 3 Oktober 2024 ia melaporkan kasus pencurian itu, di Polsek Penukal Abab. Atas kejadian ia, mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta.
“Atas laporan tersebut, selajutnya petuga bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, diduga pelaku berada di Desa Mangkunegara. Pada akhirnya, tim berhasil mengamankan seorang pria bernama Isar Saputra, warga Dusun I Desa Mangkunegara.” Ujarnya.
Setelah diinterogasi, Isar mengakui perbuatannya mencuri sapi milik Anwar di lokasi Hamparan Paye Lemban Jurung, Desa Mangkunegara.
“Bersama dengan penangkapan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil minibus Daihatsu berwarna silver metalik nopol BE 1871 YT, STNK kendaraan tersebut, serta kunci mobil,” Terang AKP Ardiansyah.
Ia menambahkan, saat ini, tersangka sedang menjalani proses hukum lebih lanjut di Polsek Penukal Abab.
“Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Desa Mangkunegara, mengingat pencurian ternak seperti ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga ketidaknyamanan bagi para peternak di wilayah tersebut.” Pungkasnya. (Jun)










