BOJONEGORO, beritadesa.com-Seorang remaja Alvian Ari Pradana (19 tahun), warga Kelurahan Bajarejo RT 003 RW 001, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan tewas tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Rabu petang (7/8/2024), ditemukan. Kamis (8/8/2024).
Korban ditemukan dengan jarak sekitar 10 meter dari lokasi korban dilaporkan tenggelam, dalam kondisi telah meninggal dunia.
Menurut Ketua RT 03 Kelurahan Banjarejo, Wiwik Adiwiyono mengtakan, korban tenggelam saat berenang bersama temannya Romi (18) menyeberangi Sungai Bengawan Solo, hendak berburu burung di seberang sungai masuk wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.
Namun, sesampainya di tengah sungai diduga korban kehabisan nafas dan tenaga hingga akhirnya tenggelam. Sementara temennya selamat dan berhasil sampai ke tepian.
“Keduanya menyeberangi sungai dengan cara berenang. Namun, di tengah perjalan atau sesampainya tengah sungai, Alvian diperkirakan kehabisan nafas atau lelah hingga akhirnya hilang tenggelam. Temannya Romi yang sudah sampai di tepi, kemudian berusaha kembali menyusul untuk menolong Alvian menggunakan gedebok (pelapah) pisang. Namun diduga korban kehabisan nafas hingga akhirnya hilang tenggelam,” Ungkapnya.
Kejadian tenggelamnya remaja tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bojonegero Kota, selanjutnya diteruskan ke BPBD Bojonegoro untuk dilakukan pencarian.
Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol Mukodam menjelaskan bahwa setelah korban dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, selanjutnya Tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro bersama masyarakat dan aparat terkait segera melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, akhirnya pada Kamis petang (8/8/2024) sekitar pukul 16.20 WIB, korban diketemukan di bantaran Sungai Bengawan Solo dengan jarak sekitar 10 meter dari lokasi korban dilaporkan tenggelam, dalam kondisi telah meninggal dunia.
“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Bojonegoro Kota,” Terang Kompol Mukodam.
Ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban, dengan ciri-ciri jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 170 sentimeter, warna kulit sawo matang, rambut hitam lurus, memakai celana pendek warna hitam dan celana dalam warna hitam.
“Penyebab kematian korban murni karena tenggelam. Selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk pemakaman.” Ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeni.
Menurutnya, dalam pencarian hari ini pihaknya bersama BASARNAS Surabaya menerjunkan empat unit perahu karet bermesin dan 66 personel serta dibantu personel TNI dan polisi dan masyarakat melakukan pencarian korban.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan dengan jarak sekitar 10 meter dari tempat kejadian korban dilaporkan tengelam,” kata Laela. (*)
Pewarta : Tayin












